Warga Pinggir Rel Ingin Hunian Layak setelah Didatangi Prabowo, Pramono: Problem dari Waktu ke Waktu
Irwan Wahyu Kintoko March 28, 2026 08:35 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke kawasan permukiman bantaran rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, membawa harapan bagi warga.

Mereka berharap ada solusi nyata berupa hunian yang lebih layak dari pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mendukung upaya pemerintah pusat menangani persoalan permukiman di sepanjang rel kereta api.

"Pemerintah DKI Jakarta memberi support apa yang dilakukan pemerintah pusat untuk penanganan perumahan yang ada di sepanjang rel kereta api," kata Pramono Anung, Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: Cerita Warga Pinggir Rel Kawasan Senen Jakpus Senang Salaman dengan Prabowo sebelum Rumahnya Digusur

Ia mengatakan, persoalan hunian di lokasi tidak layak, termasuk bantaran rel, bukan isu baru di Jakarta.

Pemerintah daerah telah mulai melakukan penanganan secara bertahap.

"Itu problem dari waktu ke waktu, yang sudah mulai ditangani pemerintah DKI, termasuk masyarakat yang mohon maaf tinggal di TPU (tempat pemakaman umum)," ucap Pramono.

Pramono menjelaskan langkah penataan yang telah dilakukan terhadap warga yang sebelumnya tinggal di area TPU.

Baca juga: Bertemu Presiden, Warga Bantaran Rel di Senen Jakarta Pusat Berharap Tinggal di Rumah Layak Huni

Mereka direlokasi ke rumah susun yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, pendekatan relokasi tersebut cukup efektif karena tidak hanya membuat kawasan menjadi lebih tertata, tetapi juga mendorong warga untuk mulai beradaptasi dengan hunian vertikal.

"Sekarang ini TPU lebih rapi setelah mereka mau dipindahkan ke rumah susun, enam bulan gratis, setelah itu mereka bayar atau sewa," kata Pramono.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat akan terus diperkuat demi menyelesaikan persoalan hunian di kawasan rawan tersebut.

Solusi Nyata

Bagi Imah (45), peristiwa pada Kamis (26/3/2026), terasa seperti mimpi yang nyata sekaligus membingungkan.

Di tengah hiruk-pikuk bantaran rel Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba hadir di depan matanya.

Tidak hanya dapat amplop berisi Rp 2 juta di tangan, kunjungan itu menyisakan puing di tempat tinggalnya.

Imah, yang sehari-hari menggantungkan hidup dari memulung botol bekas, mengaku tak menyangka akan bertemu orang nomor satu di Indonesia tersebut.

"Pak Prabowo tiba-tiba bagi-bagi rezeki," kata Imah saat ditemui Wartakotalive.com, Jumat (27/3/2026).

Bagi wanita yang kerap hanya mengantongi Rp 35 ribu hasil memulung selama dua minggu ini, uang Rp 2 juta begitu banyak.

Namun, pemberian itu menyisakan tanda tanya.

Tanpa pesan khusus maupun penjelasan peruntukan, uang tersebut diserahkan langsung oleh ajudan presiden.

"Rp 2 juta satu keluarga, nggak ada omongan buat apa, semua orang juga jadi teka-teki dikasih mendadak begitu," ucapnya.

Modal Ngontrak

Ironisnya, kegembiraan menerima bantuan itu hanya bertahan sekejap.

Beberapa jam setelah kunjungan presiden, ada instruksi pembongkaran bangunan di bantaran rel.

Kini, rumah semi-permanen yang ia huni selama dua tahun terakhir telah rata dengan tanah.

Imah yang biasanya tidur di bawah atap terpal kini harus memutar otak.

Uang bantuan dari presiden yang sedianya bisa digunakan untuk modal hidup, kini terpaksa dialihkan untuk mencari tempat bernaung.

"Ngontrak dulu," kata Imah lemas.

Meski kini harus mengungsi, Imah tidak menutup diri terhadap rencana relokasi ke rumah susun.

Baginya, hidup layak adalah impian, namun urusan perut tetap menjadi prioritas utama.

Ia bersedia pindah asalkan lokasinya tidak menjauhkan dirinya dari tumpukan botol bekas dan aliran kali tempatnya mencari rezeki.

"Kalau dikasih rusun saya happy, tapi jangan jauh, saya cari duitnya di sini," ujarnya.

Imah hanya bisa berharap, Rp 2 juta itu cukup kuat untuk menyambung napasnya hingga menemukan dinding tembok yang lebih kokoh untuk bersandar. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.