12 Ribu Pendatang Baru Diprediksi Masuk Jakarta saat Arus Balik, Ini Kata Gubernur
Dian Anditya Mutiara March 28, 2026 08:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memperkirakan gelombang pendatang baru ke Ibu Kota pada periode arus balik Lebaran 2026 bisa menembus angka 10.000 hingga 12.000 orang.

Lonjakan ini diprediksi berasal dari para pemudik yang kembali ke Jakarta sambil membawa keluarga atau kerabat untuk mencari pekerjaan.

“Kami memprediksi memperkirakan akan ada kenaikan kurang lebih pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta kurang lebih 10 sampai dengan 12 ribu,” ucap Pramono dikutip, Sabtu (28/3/2026).

Meski demikian, Pramono menekankan bahwa angka tersebut masih berupa estimasi awal dan belum menjadi data final.

Baca juga: 12 Ribu Pendatang Baru Diprediksi Serbu Jakarta setelah Lebaran 2026, Ini Kata Pramono Anung

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih akan memantau perkembangan lebih lanjut, termasuk melalui tren mobilitas masyarakat serta pemesanan moda transportasi selama arus balik.

“Tetapi ini belum final ya, nanti kita lihat data yang ada,” kata dia.

Ia juga mengingatkan para pendatang yang berencana mengadu nasib di Jakarta agar memiliki persiapan yang matang.

Walaupun tidak ada kebijakan operasi yustisia, kesiapan individu tetap menjadi faktor penting untuk bisa bertahan dan bekerja di Ibu Kota.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 28 Maret Berpotensi Hujan, Suhu 29 Derajat

“Jakarta tidak ada operasi yustisia, tetapi Jakarta tentunya meminta siapa pun yang ingin mengadu nasib bekerja di Jakarta mereka harus mempersiapkan diri,” tuturnya.

Sementara itu, data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta mencatat, jumlah pendatang baru pada 25–26 Maret 2026 mencapai 365 orang.

Dari total tersebut, terdiri atas 186 laki-laki dan 179 perempuan.

Jakarta Terbuka

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, Jakarta tetap membuka pintu bagi siapa saja yang ingin datang mengadu nasib setelah Lebaran 2026.

Pernyataan itu disampaikan Pramono Anung setelah melepas peserta program mudik gratis di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).

"Pemerintah DKI Jakarta kami mengharapkan siapapun yang akan kembali dan masuk Jakarta, Jakarta terbuka," kata Pramono Anung.

Baca juga: Daftar Lokasi Salat Idulfitri Muhammadiyah 2026 di Jakarta, Depok dan Bekasi, Lengkap Alamatnya

Meski demikian, Pramono mengingatkan bahwa keterbukaan tersebut harus diimbangi kesiapan individu, baik sisi keterampilan maupun mental menghadapi dunia kerja di Jakarta.

Ia menekankan, pendatang perlu memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pemerintah maupun sektor usaha di Jakarta.

"Orang yang datang ke Jakarta diharapkan memiliki kemampuan seperti yang dibutuhkan Pemerintah Jakarta saat ini atau dunia usaha yang ada di Jakarta," ujarnya.

Baca juga: Pramono Anung dan Rano Karno Berangkatkan Peserta Mudik Gratis 2026 Menuju 20 Kota di 6 Provinsi

Menurut Pramono Anung, realitas kehidupan di Jakarta kerap berbeda dengan bayangan banyak orang.

Persaingan yang ketat menuntut setiap individu untuk benar-benar siap bekerja keras.

"Kehidupan di Jakarta tidak seperti yang digambarkan bahwa baik-baik saja, ternyata tidak, harus bekerja keras untuk bisa melakukan itu," ucap Pramono Anung.

Baca juga: Pramono Anung Ibadah Salat Idulfitri 2026 di Masjid Istiqlal hingga Open House di Balai Kota Jakarta

Pramono memastikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan memberlakukan operasi yustisi bagi pendatang baru setelah arus balik Lebaran 2026.

Kebijakan tersebut menegaskan bahwa Jakarta tetap menjadi kota terbuka, tanpa pembatasan administratif seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Tidak akan ada operasi yustisi, Jakarta terbuka bagi siapa saja,” kata Pramono. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.