JKN Jadi Penyelamat, Perjuangan Helmin Lawan Penyakit Tiroid Berbuah Kesembuhan
Gordy Donovan March 28, 2026 06:37 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali membuktikan manfaat nyatanya bagi masyarakat. 

Hal ini dirasakan langsung oleh Wihelmina Niul (42), seorang peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang bekerja di salah satu instansi Pemerintah Daerah Manggarai Barat.

Perempuan yang akrab disapa Helmin ini mengaku telah berkali-kali merasakan manfaat layanan kesehatan melalui program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. 

Mulai dari pelayanan di puskesmas hingga rumah sakit, semuanya ia jalani tanpa harus terbebani biaya besar.

Baca juga: Berobat di Manggarai Barat Kini Lebih Mudah, Cukup Tunjukkan KTP

Melawan Penyakit

Helmin menuturkan, perjuangannya melawan penyakit kelenjar tiroid dimulai sekitar tahun 2017. 

Saat itu, ia merasakan ada sesuatu yang berbeda pada tubuhnya dan segera memeriksakan diri ke Puskesmas Labuan Bajo.

“Awalnya saya merasa tidak nyaman pada tubuh saya, lalu saya memutuskan untuk memeriksakan diri. Dari hasil pemeriksaan di puskesmas, saya dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan,” ungkap Helmin.

Rujukan tersebut membawanya ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, di mana ia menjalani pemeriksaan bersama dokter spesialis onkologi serta menjalani CT Scan. 

Setelah melalui beberapa tahapan pemeriksaan, Helmin didiagnosis mengalami gangguan kelenjar tiroid di bagian leher.

Tak berhenti di situ, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah Bali untuk menjalani tindakan operasi. 

Seluruh proses pengobatan hingga tindakan medis yang dijalani Helmin ditanggung oleh program JKN sesuai prosedur yang berlaku.

Memasuki tahun ketujuh pascaoperasi, Helmin masih rutin menjalani kontrol kesehatan. 

Ia mengaku bersyukur karena JKN terus mendampinginya dalam proses pemulihan hingga saat ini.

“Manfaat Program JKN benar-benar membantu. Saya juga banyak mendengar pasien dengan penyakit kronis seperti kanker, cuci darah, dan jantung semuanya dijamin. Saya sendiri sudah merasakannya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pelayanan tenaga medis yang ia terima sangat baik, mulai dari dokter hingga perawat. 

Hal yang paling membuatnya tenang adalah tidak perlu memikirkan biaya pengobatan yang biasanya sangat besar.

“Selagi kita menjadi peserta JKN dan mengikuti prosedur, semua biaya ditanggung. Pelayanannya juga sangat baik,” tambahnya.

Menurut tenaga medis yang menanganinya, penyakit tiroid dapat dialami oleh siapa saja, namun lebih umum terjadi pada perempuan, terutama yang berusia lanjut atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa. 

Gejala seperti rasa tidak nyaman di area leher perlu segera diperiksa untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Pemeriksaan rutin dan kontrol berkala juga sangat penting untuk memantau perkembangan penyakit serta mengevaluasi pengobatan yang dijalani pasien.

Di akhir ceritanya, Helmin menyampaikan harapannya agar program JKN terus hadir membantu masyarakat Indonesia, khususnya para pejuang penyakit kronis seperti dirinya. 

Ia juga mengajak peserta JKN lainnya untuk tetap semangat menjalani pengobatan.

“Jangan takut untuk memeriksakan diri. Deteksi dini itu penting. Dan yang terpenting, tetap semangat demi kesembuhan dan kesehatan,” tutupnya. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.