Rismon Sianipar Bungkam usai Dicatut dalam Isu Rp50 M untuk Ijazah Jokowi, Roy Suryo: Sudah Endgame
Whiesa Daniswara March 27, 2026 10:32 PM

TRIBUNNEWS.COM - Pakar telematika Roy Suryo menanggapi sikap diam ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar yang namanya dicatut dalam isu uang Rp50 miliar untuk memainkan kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Rismon yang sebelumnya menjadi tersangka dalam laporan Jokowi terkait tudingan ijazah palsu bersama Roy Suryo dan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa, kini berubah manuver.

Pria keturunan Batak tersebut dikabarkan telah mengajukan Restorative Justice (RJ) atau Keadilan Restoratif pada awal Maret 2026 lalu.

Lalu, pada Kamis (12/3/2026) sore, ia menyambangi kediaman Jokowi yang terletak di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Selanjutnya, Rismon meminta maaf kepada publik dan Jokowi atas tudingan ijazah palsu yang dilayangkannya.

Ia juga mengakui bahwa ijazah ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka itu asli.

"Tentu, saya minta maaf kepada publik, apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Joko Widodo," kata Rismon kepada wartawan setelah bertemu Jokowi, dikutip dari tayangan Live KompasTV.

Keesokan harinya atau Jumat (13/3/2026), Rismon menemui Gibran dan diberi parcel berukuran besar di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat.

Isu Rp50 Miliar dan Diamnya Rismon

Setelah menyebut ijazah Jokowi asli dan meminta maaf, belakangan beredar isu yang menuding Rismon menyerahkan dana Rp50 miliar ke Polda Metro Jaya.

Dalam isu itu, dana Rp50 miliar ini diberikan kepada Rismon, Roy, dan Dokter Tifa oleh tokoh besar tertentu untuk memainkan isu ijazah Jokowi.

Baca juga: Andi Azwan Yakin dr Tifa Ikuti Jejak Rismon Ajukan Restorative Justice: Tiba-tiba Hilang dari Media

Misalnya, ada sebuah akun YouTube mengunggah video yang berjudul RISMON SERAHKAN BUKTI RP50 MILIYAR KE POLDA.

Roy yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) di era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini menyoroti sikap Rismon yang tak angkat bicara mengenai isu Rp50 miliar tersebut.

Kata Roy, sikap diam menunjukkan bahwa Rismon sudah endgame alias berada di tahap paling akhir dari sebuah permainan.

"Itulah [Rismon masih diam], jadi dia sama sekali sudah endgame," kata Roy Suryo dalam podcast atau siniar Madilog yang diunggah di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Jumat (27/3/2026).

"Kenapa saya bilang dia endgame? Karena dia sama sekali sudah enggak bicara lagi sekarang."

PARCEL RISMON DARI GIBRAN - Dalam foto: Pakar digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar saat menerima parcel dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat pada Jumat (13/3/2026).
PARCEL RISMON DARI GIBRAN - Dalam foto: Pakar digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar saat menerima parcel dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat pada Jumat (13/3/2026). (Kompas.com/Rahel)

Seharusnya, tutur Roy, Rismon melakukan klarifikasi mengenai rekaman berisi narasi Rp50 miliar itu.

Roy juga menegaskan, tidak ada pihak yang membiayai atau menyokong dana dalam penelitiannya mengenai keabsahan ijazah Jokowi sehingga isu Rp50 miliar itu adalah hoaks.

"Kalau dia bicara, bagus sebenarnya. Harusnya dia bicara, karena ini kesempatan dia untuk bicara, untuk mengklarifikasi, ya kalau memang punya rekaman," papar Roy Suryo.

"Saya haqqul yaqin meskipun hanya dibatasi 99,9 persen —kalau saya pinjam istilahnya Rismon— isu tentang 50 miliar itu 99,9 persen palsu. Pasti tidak akan pernah ada, tidak mungkin ada."

"Karena apa? Karena kami bisa pastikan, enggak ada bohir yang ada di belakang kami."

"Kami bergerak dengan swadaya dan tidak ada orang yang kemudian disebut-sebut, katanya ada orang besar, katanya ada partai biru, katanya ada siapalah gitu, mantan apa petinggi partai atau apa, enggak ada semua gitu."

3 Masalah Besar Rismon

Masih dalam  podcast atau siniar Madilog yang sama, Roy Suryo juga menyebut saat ini Rismon Sianipar tengah dihadapkan dengan tiga masalah besar.

Pertama, Roy menduga bahwa Rismon tidak secara sukarela mengakui bahwa ijazah Jokowi asli, melainkan karena berada di bawah ancaman atau tekanan.

Kedua, Rismon saat ini justru dipermasalahkan keabsahan ijazah S2 dan S3-nya di Yamaguchi University, Jepang.

Ketiga, kata Roy, posisi Rismon sedang terombang-ambing lantaran SP3 atau Surat Perintah Penghentian Penyidikan terhadap dirinya tak kunjung terbit.

Hal ini berbeda dari dua tersangka laporan Jokowi atas tudingan ijazah palsu, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, yang langsung mendapat SP3 pada Kamis (15/1/2026) lalu, atau hanya sehari setelah mereka mengajukan RJ pada Rabu (14/1/2026). 

Setelah mekanisme RJ ditempuh dan SP3 diterbitkan, Eggi dan Damai sudah tak lagi berstatus tersangka.

"Sekali lagi dia punya tiga masalah besar ya," jelas Roy.

"Yaitu, kalau disebut itu dia sukarela, saya kira tidak. Disebut dipaksa bisa, tapi orang kayak gitu kok masak dipaksa? Diancam."

"Karena ya mohon maaf, terakhir kan di soal ijazahnya, bukan hanya ijazahnya mantan presiden tadi yang kita sebut, ijazahnya dia sendiri yang kemudian bermasalah kan?"

"Nah, ini jadi artinya adalah polanya sedikit berbeda."

"Dan sampai dengan kita ngobrol pasca-hari raya Idul Fitri ini, ternyata yang terombang-ambing itu memang masih terombang-ambing, karena belum keluar, belum netas SP3-nya sampai dengan saat ini."

Diketahui, Rismon, Roy, dan dokter Tifa sendiri ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan langsung oleh Jokowi dan relawannya ke Polda Metro Jaya pada Jumat (7/11/2025). 

Berkas perkara Rismon, Roy, dan Dokter Tifa sempat dilimpahkan ke Kejaksaan Agung RI (Kejagung) sebelum akhirnya dikembalikan, dan proses hukum masih bergulir.

Sementara itu, meski sudah mengajukan RJ, Rismon saat ini masih berstatus tersangka lantaran hingga kini belum mendapat SP3.

(Tribunnews.com/Rizki A.)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.