Sopiah Tewas Hamil di Jurang Liku 9, Orang Tua Menangis Minta Pelaku Diungkap
Rita Lismini March 27, 2026 10:49 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Tangis pilu tak terbendung dari Sahimin (65) dan Rusila (61), orang tua Sopiah, yang meminta polisi segera mengungkap pelaku di balik kematian tragis anak bungsu mereka.

Sopiah, gadis asal Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas, ditemukan tewas dalam kondisi hamil tua di jurang Liku 9, Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu, Selasa (10/3/2026).

Kehilangan tersebut membuat keluarga sangat terpukul dan sulit menerima kenyataan. Mereka pun mendesak agar dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Rusila mengaku tak kuasa menahan kesedihan, terlebih di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sulit.

“Apa karena kami ini orang miskin, sampai tega orang membuang mayat anak kami di tengah tumpukan sampah di Kepahiang sana,” ungkap Rusila, Jumat (27/3/2026).

Ia pun memohon kepada aparat penegak hukum agar segera mengungkap pelaku.

“Tolong pak polisi, siapa pelaku yang tega membunuh dan membuang anak kami. Kami berharap kasus ini segera terungkap,” pintanya.

Sementara itu, Satreskrim Polres Kepahiang masih melakukan penyelidikan intensif dan menunggu hasil autopsi.

2 Rekaman CCTV

Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yuda Gama, mengatakan polisi telah mengamankan dua rekaman CCTV hasil kerja sama dengan Dinas Kominfo Kepahiang.

"CCTV kita sudah bekerjasama dengan kominfo dan sudah mengambil 2 titik hasil rekaman cctv," kata Bintang.

Namun, isi rekaman belum diungkap. Polisi juga masih menunggu hasil visum dan autopsi dari dokter.

Dalam proses penyelidikan, delapan saksi dari berbagai daerah telah diperiksa.

"Untuk yang mengarah ke calon tersangka sampai saat ini masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan," ungkap Bintang.

Tes DNA 2 Pria

Polisi juga mengambil sampel DNA korban dan bayi dalam kandungan untuk dicocokkan dengan ayahnya.

"Ada sampel DNA yang diambil dari korban, ibu dan anak yang nantinya akan di cocokan kepada siapa ayah dari anak tersebut dan ada dua saksi yang dilakukan pencocokan DNA, tidak tutup kemungkinan akan bertambah," beber Bintang.

Namun demikian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan terkait keterlibatan saksi, modus, dan motif karena masih dalam proses penyelidikan.

"Untuk yang mengarah ke calon tersangka sampai saat ini masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan," ungkap Bintang.

Selain itu, hasil autopsi dan visum korban juga belum dikeluarkan dari dokter.

"Hasil visum awal maupun autopsi dari dokter belum dikeluarkan," ucap Bintang.

Selain itu, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Kominfo untuk mendapatkan CCTV di sekitar kejadian.

"Cctv kita sudah bekerjasama dengan kominfo dan sudah mengambil 2 titik hasil rekaman cctv," pungkas Bintang.

Rekaman CCTV Terakhir

Dalam unggahan tersebut, akun Atin menuliskan, “Kak la terakhir almarhuma sopiah nyabut ayam, semoga segera terungkap pelaku eh dg di guyurnya hujan lebat, amin.”

Dalam video tersebut, terlihat beberapa orang sedang beraktivitas di dalam ruangan yang diduga merupakan tempat pencabutan bulu ayam.

Di bagian tengah, dua orang terlihat duduk di lantai sambil mengolah atau membersihkan ayam.

Sementara itu, di sisi kanan tampak seorang berdiri di dekat tumpukan besar potongan ayam atau sisa hasil pemotongan.

Sejumlah ember dan wadah besar berwarna hitam dan biru juga terlihat tersebar di lantai, yang diduga digunakan untuk menampung air atau bahan.

Di bagian depan, terlihat seorang perempuan duduk di atas sepeda motor sambil memegang sesuatu, diduga sedang menunggu atau beristirahat.

Ruangan tersebut memiliki pintu terbuka di bagian belakang yang mengarah ke ruangan lain, dengan kondisi dinding yang terlihat lembap di bagian bawah.

Pada bagian atas kiri video terlihat timestamp kamera bertuliskan 03-05-2026 Thu 03:06:07, sementara di kanan bawah terdapat tulisan Camera 03, yang menandakan rekaman tersebut diambil pada dini hari, Kamis (5/3/2026).

Unggahan video tersebut langsung mendapat perhatian luas dari warganet, dengan ratusan komentar dan ribuan tanggapan.

Salah satu akun, Muza Yanti, menuliskan, “Nyawa sehat bugar pacak jdi korban pembunuhan kejam nian wong mono adek sopiah.”

Sementara akun lain, Ciciel, mempertanyakan kondisi korban saat itu.

“Dak kade wang tue nye dak tau men die lgi hamil, itu kire-kire wang kiri kanan tu tau dak men die hamil?” tulisnya.

Komentar lain juga datang dari akun Maya yang menyoroti pentingnya komunikasi dalam keluarga.

Awal Hilangnya Sopiah

Ayah korban, Sahamin, mengungkapkan bahwa sebelum hilang, Sopiah sempat berpamitan kepada ibunya untuk pergi ke Kota Lubuk Linggau guna menjalani suntik pada kakinya yang sakit.

Namun sejak Kamis (5/3/2026), Sopiah tidak pernah kembali ke rumah.

"Ceritanya saat sahur dia bekerja di tempat pembubutan ayam, mencabut bulu ayam biasanya balik sekitar jam 08.00 WIB, dari hari Kamis dia tidak pulang," ucap Sahamin.

Kecurigaan muncul saat hari kedua Sopiah tidak kunjung pulang.

Menurut ayahnya, perjalanan untuk berobat seharusnya tidak memakan waktu hingga berhari-hari.

Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk dilakukan pencarian.

Lima hari kemudian, Sopiah ditemukan dalam kondisi tewas di jurang kawasan Liku 9 pada Selasa (10/3/2026).

Dugaan Kekerasan dari Hasil Awal Autopsi

Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk menjalani autopsi pada Rabu (11/3/2026).

Sepupu korban, Remo, mengungkapkan adanya dugaan kekerasan berdasarkan analisa awal tim medis.

Ia menyebut terdapat retakan pada bagian kepala korban dengan ukuran sekitar 5 sentimeter yang diduga akibat benturan benda tumpul.

Kekerasan tersebut ditemukan di beberapa bagian kepala, termasuk belakang, kiri dan kanan atas, serta di area pelipis.

"Kalau autopsi kita masih menunggu itu 15 hari lagi, tapi dari analisa mengarah pada adanya kekerasan di sekitar kepala," ujar Remo.

Keluarga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku di balik kematian tersebut.

Bahas Gaun Pengantin

Kasus ini semakin menjadi sorotan publik setelah berbagai informasi bermunculan di media sosial.

Salah satunya, unggahan yang menyebut Sopiah sempat membahas gaun pengantin beberapa bulan sebelum kejadian.

Dalam unggahan akun Facebook Erick Ibrahim pada 13 Maret 2026, disebutkan bahwa korban pernah menanyakan soal baju pengantin kepada penyedia jasa pelaminan.

“Bulan Oktober 2025 almarhumah Sopiah la ngechat Wang pelaminan nanye mslah baju penganten , rupe e almarhumah hanya di PHP oleh sang cwok dan sampailah terjadi hal yang tidak di inginkan kmren☹️????. Surga menantimu adik ku Sopiah binti sahamin,” tulis akun tersebut.

Unggahan tersebut kembali memicu reaksi publik yang mempertanyakan siapa sosok pria yang disebut dalam cerita tersebut.

Hingga kini, kasus kematian Sopiah masih dalam penanganan pihak kepolisian. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.