Ditekan Pakistan, Israel Akhirnya Hapus Dua Nama Ini dari Daftar Target Operasi Pembunuhan
AbdiTumanggor March 27, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM - Pihak otoritas Pakistan meminta Amerika Serikat (AS)  untuk menekan Israel agar tidak menargetkan dua pejabat tinggi Iran. 

Kedua pejabat tinggi yang dimaksud ialah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Baqher Ghalibaf.

Atas permintaan Pakistan ke Amerika Serikat tersebut, kini Israel dikabarkan menghapus keduanya dari daftar target, menurut sumber Pakistan yang mengetahui pembahasan tersebut, dilansir Reuters, Jumat (27/3/2026).

"Israel memiliki koordinat mereka dan ingin melenyapkan mereka, kami memberi tahu AS bahwa jika mereka juga dieliminasi maka tidak ada lagi yang bisa diajak bicara, oleh karena itu AS meminta Israel untuk mundur," kata sumber tersebut kepada Reuters, Kamis (26/3/2026).

Laporan ini menambah dimensi baru dalam upaya diplomasi yang tengah berlangsung di tengah konflik Iran dan Israel.

Reuters telah meminta tanggapan dari pihak militer dan Kementerian Luar Negeri Pakistan, namun belum ada tanggapan resmi atas laporan tersebut.

Militer Israel juga menolak berkomentar, sedangkan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu belum merespons permintaan konfirmasi.

Sementara, Wall Street Journal melaporkan bahwa kedua pejabat Iran itu untuk sementara dihapus dari daftar target Israel seiring adanya peluang pembicaraan damai.

Mengutip pejabat AS, laporan itu menyebut penghapusan dilakukan untuk sementara, tetapi tidak menjelaskan keterlibatan Pakistan.

Pakistan mediator AS-Iran

Pakistan bersama Mesir dan Turkiye disebut berperan sebagai mediator antara Teheran dan Washington dalam upaya mengakhiri konflik. 

Islamabad juga menjaga komunikasi langsung dengan kedua pihak, di tengah terbatasnya saluran diplomatik bagi negara lain.

Bahkan, Pakistan dipandang sebagai salah satu lokasi potensial untuk penyelenggaraan perundingan damai.

Di sisi lain, Iran sedang meninjau proposal 15 poin dari Presiden AS Donald Trump yang dikirim melalui Pakistan.

Proposal tersebut mencakup sejumlah tuntutan, seperti penghapusan stok uranium yang diperkaya tinggi, penghentian pengayaan, pembatasan program rudal balistik, serta penghentian dukungan terhadap sekutu regional Iran.

Sumber dari kabinet Israel menyebut proposal itu menjadi bagian dari upaya mengakhiri perang.

Presiden Trump sebelumnya mengatakan bahwa Iran sangat ingin mencapai kesepakatan. 

Namun, Presiden Iran menyatakan bahwa Teheran masih meninjau proposal tersebut dan tidak berniat menggelar pembicaraan untuk mengakhiri konflik dalam waktu dekat.

Di sisi lain, pejabat Israel menegaskan bahwa tidak ada pejabat senior Iran yang kebal dari serangan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa dirinya bersama Netanyahu memberi wewenang kepada militer untuk menargetkan pejabat tanpa perlu izin tambahan.

Ketika ditanya mengenai status Araghchi dan Ghalibaf dalam daftar target, juru bicara militer Israel Nadav Shoshani tidak memberikan jawaban pasti.

Ia hanya mengatakan, "Asa proses ketat sebelum setiap operasi dan setiap serangan," seraya menambahkan, "Saya tidak akan membahas target potensial tertentu."

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: IRAN Izinkan Kapal Spanyol, Thailand, dan Malaysia Lewat Selat Hormuz, Bagaimana dengan Indonesia?

Baca juga: BERIKUT Isi Lengkap Surat Kemlu Israel kepada UNICEF: Serangan Rudal Iran terhadap Anak-Anak Israel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.