TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita bernama Sya (nama samaran) mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah rumah tangganya berakhir akibat dugaan perselingkuhan yang dilakukan suaminya.
Ia mengaku diceraikan oleh suaminya pada 17 Maret, atau hanya empat hari sebelum Hari Raya Idulfitri.
Kisah tersebut disampaikan Sya kepada media, di mana ia menjelaskan bahwa pernikahan yang telah dibangun selama lima tahun harus berakhir dengan cara yang tidak diharapkan.
Dikutip dari Mstar.com, Jumat (27/3/2026), ia menyebut, perceraian tersebut terjadi setelah dirinya mengetahui adanya hubungan antara suaminya dengan seorang wanita lain yang diduga merupakan rekan kerja suaminya.
Menurut penuturan Sya, ia sebenarnya telah berusaha mempertahankan rumah tangga tersebut meskipun mengetahui adanya perselingkuhan.
Ia mengaku sempat memberikan kesempatan kedua kepada suaminya dengan harapan pernikahan mereka dapat diselamatkan.
“Memang sulit untuk diterima. Walaupun saya tahu dia berselingkuh, saya masih memberi kesempatan untuk menyelamatkan pernikahan ini,” ujar Sya.
Namun demikian, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Sya menyebut bahwa mantan suaminya tetap memilih untuk melanjutkan hubungan dengan wanita lain tersebut dan menolak untuk memperbaiki hubungan rumah tangga yang telah mereka jalani selama lima tahun.
“Tapi dia tidak mau dan bersikeras untuk bersama perempuan itu,” lanjutnya.
Sya juga mengungkapkan bahwa secara emosional, situasi tersebut tidak mudah untuk dihadapi. Ia mengaku kesulitan untuk menerima kenyataan dan merelakan perpisahan tersebut, mengingat lamanya hubungan yang telah dijalani bersama.
“Secara jujur, untuk benar-benar ikhlas memang sulit karena kami sudah hidup bersama selama lima tahun,” katanya.
Selain mengungkapkan kekecewaan terhadap mantan suaminya, Sya juga menyoroti keterlibatan wanita lain yang diduga merupakan rekan kerja mantan suaminya.
Ia berharap agar pihak perusahaan tempat keduanya bekerja dapat mengambil tindakan yang dianggap sesuai.
Menurut Sya, hubungan yang terjadi di antara mantan suaminya dan wanita tersebut tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadinya, tetapi juga berpotensi memengaruhi lingkungan kerja.
“Saya berharap pihak perusahaan mengambil tindakan terhadap mereka berdua karena hal ini terjadi di antara sesama karyawan,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut penting sebagai bentuk penegakan disiplin di lingkungan kerja, agar kejadian serupa tidak dianggap sebagai hal yang sepele.
“Setidaknya ada tindakan disiplin agar hal seperti ini tidak dianggap remeh,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sya menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk menempuh jalur hukum sebagai langkah terakhir dalam mencari keadilan atas apa yang dialaminya.
Meski demikian, ia belum memberikan rincian lebih lanjut terkait langkah hukum yang akan diambil.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak mantan suami maupun perusahaan tempat keduanya bekerja terkait tuduhan yang disampaikan oleh Sya.
Kasus ini menjadi perhatian karena tidak hanya menyangkut persoalan rumah tangga, tetapi juga dugaan pelanggaran etika di lingkungan kerja.
Peristiwa ini mencerminkan dampak yang dapat ditimbulkan oleh persoalan pribadi terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial dan profesional.
(cr31/tribun-medan.com)