TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Artis peran Vincent Fransiscus Verhaag mendapat tantangan yang tak biasa dalam film Emmy.
Kali ini ia dipercaya memerankan sosok penjajah Belanda, Raymond Westerling, yang hadir dalam kisah perjuangan Emmy Saelan.
Menariknya, Vincent mengaku tidak melakukan persiapan yang terlalu rumit untuk peran tersebut.
Hal ini karena dirinya memang berdarah Belanda sudah sangat fasih berbahasa Belanda sejak awal.
"Hmmm nggak terlalu sih karena mungkin dari dari script-nya juga bahasa Belanda, saya pun juga bisa bahasa Belanda," tutur Vincent Verhaag di kawasan Dharmawangsa Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026)
"Jadi nggak terlalu yang gimana-gimana atau harus ada coaching. Jadi boleh dibilang cukup ehhh relax,” ucap Vincent.
Dalam film produksi Denny Siregar Production ini, penggunaan bahasa Belanda memang menjadi salah satu elemen penting, terutama dalam adegan-adegan yang melibatkan karakter penjajah.
Tak hanya fokus pada perannya sendiri, Vincent juga mengaku membantu rekan-rekan pemain lain yang harus berdialog menggunakan bahasa Belanda ketika proses syuting nanti.
Ia membuka diri untuk menjadi tempat bertanya langsung para cast yang masih asing dengan Bahasa Belanda.
“Ehh ada (guru Bahasa Belanda), jadi ada ee ada juga Om Hans, dia eh seniornya. Jadi dia juga yang mengubah script-nya dan men-translate script-nya," bebernya.
"Tapi kalau di lapangan kalau ada yang mau nanya tentang dialognya gimana atau pronunciation-nya kayak gimana, bisa saya bantu,” jelasnya.
Baca juga: Film Kuasa Gelap 2 Tayang Tahun Ini, Tampilkan Konflik Iman Katolik dan Pesugihan
Selain Vincent, proses penerjemahan dan penyesuaian dialog juga dibantu oleh aktor senior Hans De Kraker yang ikut memastikan penggunaan bahasa Belanda dalam film tetap akurat.
Film Emmy yang disutradarai Emil Heraldi ini memang tak hanya menonjolkan sisi emosional dan perjuangan seorang perempuan, tetapi juga menghadirkan detail historis, termasuk penggunaan bahasa asing yang autentik.
Film Emmy mengangkat kisah Emmy Saelan, film ini menghadirkan potret perempuan pejuang yang tidak hanya kuat, tetapi juga penuh empati.
Sosok Emmy digambarkan sebagai tenaga kesehatan yang tetap merawat dan melindungi di tengah situasi genting, bahkan ketika banyak orang memilih mundur.
Karakter ini menjadi simbol keberanian perempuan dalam menghadapi pilihan-pilihan sulit, sekaligus menempatkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.