IHSG Turun Tajam Pasca Lebaran 2026, Dana Asing Keluar Rp29 Triliun
M Zulkodri March 28, 2026 03:21 AM

BANGKAPOS.COM--Pergerakan pasar saham Indonesia pasca libur Lebaran 2026 masih dibayangi volatilitas tinggi. IHSG yang sempat menguat di awal perdagangan justru kembali tertekan tajam pada hari-hari berikutnya.

Pada perdagangan Kamis (26/3/2026), IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 1,89 % ke level 7.164,09.

Penurunan ini memperdalam koreksi sepanjang tahun berjalan (year-to-date) menjadi 17,15 % , mencerminkan tekanan kuat yang masih menghantui pasar domestik.

Tekanan tersebut tidak lepas dari derasnya arus keluar dana asing dari Bursa Efek Indonesia.

Tercatat, investor asing telah menarik dana hingga Rp20,71 triliun setelah Lebaran, sehingga total capital outflow sepanjang 2026 mencapai Rp29,12 triliun.

Secara historis, kondisi ini tergolong dalam fase koreksi dalam. Data riset menunjukkan IHSG telah turun sekitar 23,1?ri level tertingginya di 9.135 pada 20 Januari 2026, sebelum sempat menyentuh kisaran 7.022 menjelang libur Lebaran.

Penurunan ini bahkan setara dengan sejumlah periode gejolak pasar sebelumnya, seperti krisis taper tantrum 2013, kekhawatiran ekonomi China pada 2015, hingga aksi jual besar pada 2025.

Meski demikian, fase saat ini dinilai belum masuk kategori krisis besar seperti krisis global 2008 atau pandemi Covid-19 2020.

Tim riset pasar menilai posisi IHSG kini sudah mendekati area bawah (bottom) secara historis. Namun, kepastian titik balik masih belum dapat dipastikan.

“IHSG sudah mendekati area bottom secara valuasi, tapi belum tentu final secara timing,” ujar Liza Camelia.

Ia menambahkan, tekanan eksternal seperti ketegangan geopolitik, lonjakan harga energi, serta kebijakan suku bunga global masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan pasar.

Pandangan serupa disampaikan oleh Thomas Nugroho. Ia menyoroti indikator sentimen global yang menunjukkan kondisi “extreme fear”, yang secara teknis sering menjadi sinyal awal potensi rebound.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu menjadi titik balik yang pasti. Risiko jebakan volatilitas masih tinggi, terutama bagi investor yang terlalu cepat masuk pasar.

Dari sisi teknikal, level 7.000 menjadi batas psikologis penting bagi IHSG. Jika level ini ditembus, indeks berpotensi turun lebih dalam ke kisaran 6.700–6.900.

Sebaliknya, jika mampu bertahan, peluang penguatan ke area 7.400 hingga 7.500 terbuka.

Sementara itu, area support terdekat berada di rentang 7.100–7.060. Pemulihan yang lebih kuat baru akan terkonfirmasi jika IHSG mampu menembus level 7.300 dan melanjutkan penguatan ke 7.530.

Di tengah kondisi pasar yang masih rapuh, investor disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Pendekatan selektif menjadi kunci, dengan fokus pada saham-saham berfundamental kuat dan memiliki arus kas stabil.

“Market saat ini sangat dipengaruhi sentimen dan rawan pergerakan tajam,” tegas Liza.

Dengan berbagai tekanan global dan domestik yang masih berlangsung, pergerakan IHSG dalam waktu dekat diperkirakan akan tetap fluktuatif, menuntut strategi investasi yang lebih disiplin dan terukur.(*)

Sumber : Kontan.co

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.