TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Kabar membahagiakan datang bagi industri film nasional.
Rumah produksi Denny Siregar Production kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk Emmy, yang dijadwalkan mulai syuting di Makassar dan sekitarnya pada 30 Maret 2026.
Informasi ini disampaikan saat acara syukuran yang digelar pada Jumat (27/3), yang turut dihadiri tim produksi dan sejumlah pemeran. Film ini mengangkat kisah inspiratif seorang pejuang perempuan asal Sulawesi Selatan, Emmy Saelan.
Produser Denny Siregar mengungkapkan bahwa film ini terinspirasi dari sosok Emmy Saelan yang dikenal sebagai tenaga kesehatan sekaligus pejuang. Ia pernah bertugas sebagai suster di RS Stella Maris, rumah sakit yang masih beroperasi hingga kini.
“Saya kembali memercayakan kursi sutradara kepada Emil Heraldi dengan naskah yang ditulis bersama Evelyn Afnilia,” ujar Denny Siregar.
Film Emmy mengisahkan perjalanan seorang perawat yang tetap berdiri di garis depan di tengah situasi penuh tekanan, ketika banyak orang memilih mundur. Cerita ini tidak hanya menonjolkan sisi historis, tetapi juga menghadirkan kedalaman emosional tentang perempuan, cinta, dan pilihan besar yang menentukan masa depan.
Baca juga: Film Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota, Tiket Jakarta Habis
Sejumlah aktor dan aktris ternama turut terlibat dalam proyek ini. Beby Tsabina didapuk memerankan tokoh utama Emmy Saelan. Selain itu, film ini juga dibintangi Samo Rafael sebagai Bote, Aji Santosa sebagai Johan, Iqbal Sulaiman sebagai Katong, Dioren Jalu Permana sebagai Lalo, Dito Darmawan sebagai Maulwi, Tubagus Ali sebagai Stefanus, Aksara Dena sebagai Ranggong, Dinda Ghania sebagai Upe, serta Vincent Verhaag yang memerankan tokoh Westerling.
Turut bergabung pula Regina Suhari sebagai Keke, Jesyca Marlein sebagai Martha, dan Hans De Kraker sebagai De Vries.
Dengan mengangkat kisah kepahlawanan perempuan dari Indonesia Timur, film ini diharapkan dapat memperkaya khazanah perfilman nasional sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mengenal sejarah perjuangan bangsa dari perspektif yang berbeda.