BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Polres Bangka Barat mencatat kenaikan angka kasus kecelakaan lalu luntas (lakalantas) selama Operasi Ketupat Menumbing yang digelar 13 hari sejak tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.
Kasus laka lantas selama Operasi Ketupat Menumbing 2026 tercatat sebanyak tiga kasus, lebih tinggi satu kasus dibanding tahun 2025 dua kasus.
Tilang kendaraan di 2025 sebanyak 150 kasus, sedangkan pada tahun 2026 nihil. Sementara teguran di 2025 sebanyak 83 teguran, pada 2026 nihil.
Kasus laka lantas menonjol tahun ini terjadi pada kecelakaan yang dialami kendaraan roda empat antara mobil Suzuki Carry pickup dengan mobil Daihatsu Grandmax pickup, terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026.
Kecelakaan ini terjadi di ruas Jalan Raya Pangkalpinang-Mentok, tepatnya di Desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.
M Firza (28) warga Mentok, pengemudi Daihatsu GrandMax meninggal dunia setelah mengalami luka berat di bagian kepala, leher, dan patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan pihaknya telah berupaya untuk menekan angka kecelakaan selama Operasi Ketupat Menumbing 2026.
"Terkait upaya mengurangi dan meminimalisir potensi laka lantas, jangan ada korban meninggal dunia pada hari baik, kami sudah melalui berbagai upaya. Sehingga masyarakat yang bersilaturahmi mereka berangkat dan pulang dalam keadaan selamat," kata Pradana Aditya Nugraha saat konferensi pers di hadapan sejumlah wartawan, Sabtu (28/3/2026).
Pradana mengatakan keberhasilan Operasi Ketupat Menumbing 2026 merupakan upaya bersama, kerja keras seluruh personel di lapangan yang didukung sinergi lintas instansi serta partisipasi aktif masyarakat.
"Pengamanan kami fokuskan pada pelayanan masyarakat, baik dalam pengaturan lalu lintas, pengamanan objek vital, hingga pengawasan di titik-titik rawan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian arus mudik dan balik dapat berjalan aman dan kondusif," kata Pradana.
Pradana menjelaskan, salah satu perhatian utama selama operasi berlangsung adalah tingginya mobilitas masyarakat di jalur penyeberangan.
"Berdasarkan data yang dihimpun, terjadi lonjakan signifikan jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Tanjungkalian dibandingkan yang datang," kata Pradana.
Meski demikian, kata Pradana, kondisi tersebut dapat diantisipasi melalui sejumlah langkah strategis. Di antaranya penerapan sistem penampungan kendaraan sebelum masuk pelabuhan, pengaturan jadwal penyeberangan. Serta peningkatan kehadiran personel di lapangan.
"Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman selama perjalanan mudik maupun saat kembali. Kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," kata Pradana.
Sselain pengamanan arus lalu lintas, Polres Bangka Barat juga mengintensifkan patroli rutin serta pengamanan di lokasi wisata dan pusat keramaian guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.
(Bangkapos.com/Riki Pratama)