Ibu Anji Manji Meninggal Dunia, Wina Natalia Tak Lupakan Kebaikan Mantan Mertua: Aku Selalu Dibela
Achmad Maudhody March 28, 2026 01:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ibu Anji Manji meninggal dunia, Wina Natalia tak lupakan kebaikan mantan mertua.

Musisi Anji Manji tengah merasakan duka mendalam setelah kepergian sang ibu, Siti Sundari.

Siti meninggal dunia karena sakit yang diderita, Kamis (26/3/2026).

Jenazahnya dikuburkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Mangunjaya, Bekasi Timur, Jumat (27/3/2026).

Saat itu, dua mantan istri Anji, Wina Natalia dan Sheila Marcia hadir menyaksikan prosesi pemakaman sang mantan mertua.

Mengenakan busana serba hitam dan pashmina senada, Wina tampak setia berdiri di sisi kanan Anji sepanjang prosesi pemakaman berlangsung. 

Raut wajahnya tak mampu menyembunyikan rasa kehilangan atas sosok yang sudah ia anggap sebagai ibu sendiri.

Bagi Wina, Siti Sundari bukan sekadar mantan mertua. Ia mengenang almarhumah sebagai sosok yang sangat adil dan penuh kasih sayang.

Salah satu kenangan yang paling membekas adalah bagaimana mendiang selalu berdiri di pihaknya jika terjadi perselisihan dalam rumah tangganya dahulu.

"Yang aku ingat banget saat masih nikah, aku selalu dibela sama Mama kalau aku dan Anji lagi berantem," kenang Wina Natalia dengan nada haru usai pemakaman, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (28/3/2026).

Kedekatan mereka ternyata tidak luntur pasca-perceraian. Wina mengaku sering menyempatkan waktu untuk bertemu Siti Sundari hanya untuk berbagi cerita hidup, mulai dari hal serius hingga sekadar bercanda bersama.

"Aku memang kenal dekat sama Mama dari sejak menikah sampai setelah bercerai. Banyak banget yang kita obrolin, dari curhat sampai 'ngegosip' bareng sambil makan. Kita bisa nangis bareng, tapi bisa ketawa bareng juga," jelasnya.

Baca juga: Tak Lagi Jadi Anak Tunggal, Reaksi Aisha Usai Denada Akui Status Ressa Rizky Rossano Dibeberkan

Wina mengungkapkan bahwa ia sebenarnya memiliki janji untuk bertemu dengan almarhumah dalam waktu dekat. 

"Aku sebenarnya ada janji ketemu sama Mama beberapa hari lagi. Tapi ternyata takdir berkata lain, bertemunya justru di sini (pemakaman)," ucap Wina lirih.

Keteguhan hati Siti Sundari dalam merangkul keluarga besarnya juga diakui oleh Anji.

Selain Wina Natalia, sosok Sheila Marcia juga terlihat hadir di pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir. 

Menurut Anji, kedua ibu dari anak-anaknya itu memang memiliki hubungan yang sangat spesial dengan sang ibunda.

"Sheila sama Wina itu memang dekat sekali sama Mama. Tapi tadi Sheila harus pulang duluan karena kondisinya sedang kurang enak badan," ungkap Anji.

Bagi Wina Natalia, memori kebersamaan, tawa, dan pembelaan Siti Sundari akan selalu menjadi obat rindu yang tak tergantikan. Kehadirannya di pusara hari ini menjadi bukti nyata bahwa kasih sayang seorang ibu mertua bisa melampaui status hukum dan waktu.

Kenangan Haru Anji Sebelum Kepergian Sang Ibu

Musisi Erdian Aji Prihartanto atau yang akrab disapa Anji, menunjukkan ketegaran saat mengantarkan ibunda tercintanya, Siti Sundari, ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Mangunjaya, Bekasi, Jumat (27/3/2026). 

Di balik ketenangannya, pelantun lagu "Dia" ini mengaku telah mencapai titik ikhlas yang mendalam.

Bukan tanpa alasan, Anji merasa sangat bersyukur karena Tuhan memberinya kesempatan berharga untuk merawat dan mendampingi sang ibu secara intensif selama tiga bulan terakhir sebelum tutup usia.

Dia mengungkap sang ibunda memang memiliki riwayat penyakit jantung dan ginjal yang cukup serius.

Selama beberapa tahun terakhir, Siti Sundari harus menjalani pengobatan rutin, dengan kondisi kesehatan yang fluktuatif dalam tiga bulan belakangan.

"Mama memang punya penyakit jantung sama ginjal dalam pengobatan. Makanya, kalau sahabat bilang saya tegar banget, itu karena saya sudah ikhlas dan merasa bahagia. Mama memberikan kesempatan buat saya dan abang saya untuk merawat beliau secara penuh di masa-masa terakhirnya," ujar Anji usai prosesi pemakaman, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (27/3/2026).

Meskipun dalam kondisi sakit, Anji mengenang momen Ramadan dan Lebaran kemarin sebagai masa yang paling membahagiakan.

Saat itu, Siti Sundari tampak sangat ceria karena bisa berkumpul dengan keluarga besar dari berbagai daerah dalam acara halalbihalal.

"Saat Lebaran itu Mama terlihat sehat sekali karena ketemu kakak, adik, keponakan, dan sepupunya. Beliau gembira sekali, tidak ada keluhan sama sekali," kenang pria berusia 47 tahun itu.

Sore hari sebelum wafat, Siti Sundari sempat mengirimkan pesan singkat kepada Anji yang saat itu sedang berada di studio rekaman bersama anaknya, Saga. Dalam pesan tersebut, sang ibu hanya berpamitan untuk tidur.

"Tiba-tiba jam 19.20 WIB saya dikabari Mama nggak mau bangun. Saya langsung lari karena rumahnya sangat dekat. Pas sampai saya tepuk-tepuk, beliau sempat mengorok sekali. Di situ sepertinya sudah hilang (tiada), karena pas banget saya lagi pegang (nadi) jantungnya yang melemah sampai berhenti," tuturnya.

Bagi Anji, kepergian ibundanya adalah sebuah perjalanan pulang yang membahagiakan. Ia meyakini sang ibu kini telah tenang dan bisa melepas rindu dengan almarhum ayahnya yang sudah lebih dulu berpulang dua tahun silam.

"Kalau pulang (meninggal) itu kan orang harusnya senang, kenapa yang ditinggalkan harus sedih? Saya yakin Mama senang karena akhirnya bisa bergabung lagi sama Bapak yang sudah dikangen-kangenin selama dua tahun ini," pungkas Anji.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.