Kembali Bugar Usai Lebaran, Ini Tips Aman Memulai Olahraga dan Menata Pola Makan
Rivaldi Ade Musliadi March 28, 2026 03:27 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Seorang guru olahraga di SMK Immanuel 2, Hermanus Jaranding, mengingatkan pentingnya memulai kembali aktivitas fisik secara bertahap setelah libur Lebaran. Menurutnya, perubahan pola aktivitas selama liburan membuat tubuh perlu waktu untuk beradaptasi kembali.

"Setelah libur lebaran, wajar kalau tubuh kita jadi ‘kaget’ saat memulai kembali rutinitas olahraga. Jadi penting untuk kembali beraktivitas olahraga secara bertahap dan konsisten. Jangan langsung memaksakan diri dengan aktivitas yang intens," ujarnya saat dikonfirmasi tribunpontianak.co.id, Sabtu 26 Maret 2026.

Ia menjelaskan, langkah awal yang bisa dilakukan adalah mengatur ulang jadwal olahraga. Frekuensi latihan sebaiknya dimulai dari dua hingga tiga kali dalam seminggu, kemudian ditingkatkan secara bertahap menjadi empat hingga lima kali.

Selain itu, pemanasan dan pendinginan juga tidak boleh diabaikan guna menghindari cedera. Jenis olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging santai, dan stretching dianjurkan sebagai permulaan sebelum meningkatkan intensitas latihan.

"Mulai olahraga ringan seperti jalan kaki, joging santai dan stretching. Aktivitas olahraganya ditingkatkan secara bertahap dan dilakukan dengan konsisten," jelasnya.

• Rangga Pilih Rehat Olahraga Saat Lebaran, Siap Kembali Aktif Usai Mudik

Tak hanya olahraga, Hermanus juga menekankan pentingnya menjaga pola makan sehat setelah Lebaran. 

Ia menyebut, konsumsi makanan tinggi lemak dan gula selama liburan kerap membuat pola makan menjadi tidak teratur.

Ia menyarankan masyarakat untuk tidak melakukan diet ekstrem, melainkan fokus pada perbaikan kualitas makanan dan pengaturan porsi.

"Mulai dari yang sederhana, jangan langsung mengurangi jumlah kalori makanan dengan ekstrem, fokus dulu mengurangi porsi makannya dan memperbaiki kualitas makanannya. Perubahan kecil tapi konsisten lebih efektif," katanya.

Adapun pola makan sehat dapat dimulai dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, protein alami seperti ikan, ayam, telur, tempe, dan tahu, serta karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, dan oat. 

Mengurangi asupan gula dan memperbanyak minum air putih juga dinilai penting untuk membantu metabolisme tubuh.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kombinasi antara olahraga dan pola makan merupakan kunci utama dalam menjaga kebugaran tubuh.

"Kombinasi olahraga dan pola makan itu sangat penting, bahkan tidak bisa dipisahkan, kalau tujuannya menjaga kebugaran pasca lebaran. Kalau hanya mengandalkan salah satunya saja biasanya hasilnya kurang optimal," tegasnya.

Ia mengibaratkan pola makan sebagai bahan bakar tubuh, sementara olahraga merupakan proses pengolahan energi tersebut. Keduanya harus berjalan seimbang agar hasil yang diperoleh maksimal.

Terkait waktu olahraga, Hermanus menyebut tidak ada waktu yang paling ideal untuk semua orang. Namun, masing-masing waktu memiliki kelebihan tersendiri.

Olahraga pagi dinilai membantu membentuk kebiasaan dan meningkatkan pembakaran lemak, sementara olahraga sore cocok untuk latihan intensitas lebih tinggi karena kondisi fisik yang lebih optimal. 

Adapun olahraga malam tetap diperbolehkan selama tidak terlalu dekat dengan waktu tidur dan dilakukan dengan intensitas ringan.

Di akhir, ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalani gaya hidup sehat. 

Menurutnya, perubahan kecil yang dilakukan secara rutin lebih efektif dibanding perubahan besar yang sulit dipertahankan.

"Intinya disiplin bukan soal keras ke diri sendiri, tetapi soal membuat pilihan sehat jadi yang paling mudah dilakukan setiap hari," pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.