PROHABA.CO, ACEH BARAT - Seekor gajah liar kembali menimbulkan keresahan di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.
Hewan berbelalai ini dilaporkan merusak tanaman kelapa sawit milik warga dan tanaman ketahanan pangan di lingkungan SD Transmigrasi Lango, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat Jumat (27/3/2026) dini hari.
Menurut keterangan warga, perusakan tanaman oleh gajah liar ini sudah terjadi beberapa hari terakhir, namun mencapai puncaknya pada Kamis malam.
Gajah tersebut masuk ke area sekolah dan mengobrak-abrik kebun kelapa sawit serta tanaman pangan seperti kacang panjang dan ketela yang ditanam di pekarangan sekolah.
Aktivitas ini membuat warga dan pihak sekolah merasa khawatir, terutama terkait keselamatan anak-anak yang bersekolah di lokasi tersebut.
Salah seorang guru SD Lango, Ibnu Arabi, menjelaskan bahwa tanaman yang dirusak merupakan bagian dari program ketahanan pangan sekolah yang selama ini dikelola bersama oleh guru dan siswa.
“Pohon kelapa sawit dan tanaman ketahanan pangan di sekolah diobrak-abrik gajah liar.
Kami berharap ada penanganan segera dari pihak terkait,” ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH Satu Hari Dalam Sepekan, Demi Efisiensi
Baca juga: Puluhan Gajah Liar Rusak Kebun Warga di 4 Desa Aceh Timur
Program ini selain sebagai sarana edukasi, juga menyediakan hasil tanaman untuk kebutuhan tambahan di lingkungan sekolah.
Warga sekitar mengaku resah dengan keberadaan gajah liar yang semakin dekat ke pemukiman.
Mereka khawatir jika suatu saat bertemu langsung dengan satwa besar ini, terutama pada malam hari saat aktivitas warga masih berlangsung.
Kerusakan tanaman diperkirakan cukup signifikan, meski hingga kini belum ada laporan korban jiwa.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah pengamanan dan penanganan konflik manusia-satwa.
Penanganan cepat dianggap penting untuk mencegah kerusakan lebih luas maupun potensi bahaya bagi warga.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban dalam peristiwa tersebut.
Namun, kerugian material diperkirakan cukup signifikan akibat rusaknya tanaman sawit dan tanaman pangan milik warga serta sekolah.
Beberapa opsi yang diharapkan termasuk penggiringan gajah ke habitatnya atau metode aman lainnya, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
(Serambinews.com/Sa'dul Bahri)
Baca juga: Kawanan Gajah Liar Kembali Rusak Kebun Warga di Pucok Panga Aceh Jaya
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah Warga di Aceh Barat, Kerugian Ditaksir Rp250 Juta
Baca juga: Karhutla di Aceh Barat Hanguskan 58,7 Hektare, Api Berhasil Dipadamkan