TRIBUNSUMSEL.COM - Saat ini umat muslim sudah berada di Bulan Syawal 1447 Hijriyah, dimana salah satu amalan aleh yang sangat dianjurkan bagi umat muslim adalah melangsungkan puasa.
Puasa sunnah dan puasa wajib seperti Qadha Ramadhan bisa Anda kerjakan pada Bulan Syawal ini.
Sebagaimana Rasulallah SAW pernah bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim, no. 1164)
Namun sebelum melangsungkan Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Syawal, terdapat bacaan niat yang perlu di amalkan.
Berikut ini sajian selengkapnya untuk contoh bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan dalam tulisan Arab, Latin dan terjemahan Bahasa Indonesia sehingga mudah diamalkan umat muslim.
_____
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
"Aku ber niat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT."
1. Untuk melaksanakan puasa qadha dianjutkan dilakukan secara berurutan, kalau puasa yang ditinggalkan saat ramadhan berurutan.
Disamping itu diperbolehkan hutang puasa dengan selang seling.
2. Ganti sesuai dengan jumlah puasa yang telah ditinggalkan.
Apabila meninggalkan puasa ramadhan sebanyak 10 kali maka puasa qadha harus dilakukan sebanyak 10 kali.
Setelah selesai melaksanakan Puasa Qadha Ramadhan, Anda teteap bisa melanjutkan Puasa Syawal di hari-hari berikutnya, meskipun dengan melaksanakan Puasa Qadha Ramadhan kita tetap merasakan pahala dari Puasa Syawa.
___
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
"Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT."
Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
"Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ."
Artinya:
“Aku berniat puasa sunah Syawwal hari ini karena Allah SWT.”
Tata cara puasa Syawal sama dengan tata cara puasa lainnya secara umum, di antaranya:
1. Melafalkan niat
Jangan lupa berpuasa Syawal didasari dengan niat telebih dahulu.
2. Makan sahur
Disunnahkan makan sahur sebelum terbit fajar.
Namun, tidak makan sahur pun (misalnya terlambat bangun) tidak apa-apa jika kuat, dalam artian puasa tetap sah.
3. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa
Saat berpuasa, hendaknya senantiasa untuk menahan diri dari makan, minum serta hal lain yang dapat membatalkan puasa, sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, atau waktu Maghrib.
4. Berbuka puasa
Disunnahkan menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam, yakni bersamaan dengan masuknya waktu Maghrib.
Bacan Doa Berbuka Puasa
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Latin:
"Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin."
Artinya:
Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
Latin:
"Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah."
Artinya:
Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki. (HR. Abu Daud)
***