Kisah "Perempuan Kopi Uni Inen Iko" Diangkat dalam Film Dokumenter 
Sri Widya Rahma March 28, 2026 04:54 PM

TribunGyao.com, TAKENGON - Sosok perempuan kopi dari Tanah Gayo, Uni Inen Iko, diangkat dalam sebuah film dokumenter berjudul "Perempuan Kopi Uni Inen Iko."

Baca juga: Komunitas Desember Kopi Gayo Pentaskan “Sengkewe Sepanjang Musim” di Taman Inen Mayak Teri Takengon

Film ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan “Sengkewe Sepanjang Musim” yang diselenggarakan Komunitas Desember Kopi Gayo atas dukungan Dana Indonesiana, LPDP dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Film dokumenter tersebut dijadwalkan tayang pada Jumat (3/4/2026), melalui kanal media sosial Desember Kopi Gayo di Facebook dan Instagram.

Sebagai pembuka kegiatan Dialog Sengkewe: Perempuan Gayo dan Kopi yang berlangsung di Kem Pegayon, Jalan KKA Km 42, perbatasan Bener Meriah-Aceh Utara.

Dokumenter ini diproduksi oleh tim film yang dipimpin Win Gemade, dengan proses pengambilan gambar mulai dikerjakan pada Sabtu (28/3/2026), di sejumlah lokasi di Tanah Gayo.

Ketua Komunitas Desember Kopi Gayo, Fikar W Eda mengatakan bahwa film ini merupakan bagian dari upaya mendokumentasikan peran perempuan dalam ekosistem kopi Gayo.

“Film ini adalah dokumentasi tentang peran dan kiprah perempuan Gayo dalam kesehariannya sebagai petani kopi, juga sebagai tenaga penyortir kopi dan berbagai pekerjaan lain yang menopang kualitas kopi Gayo,” ujar Fikar W Eda.

Baca juga: Desember Kopi Gayo Gelar Art Healing untuk 600 Seniman Terdampak Bencana

Sekilas Tentang Uni Inen Iko

Uni Inen Iko memiliki nama lengkap Khairuni, dikenal luas dengan panggilan akrab Uni Inen Iko.

Ia lahir di Takengon, 25 September 1968, dan tinggal di Kampung Terang Ulen, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam kehidupan sehari-hari, Uni Inen Iko tidak hanya mengurus rumah tangga, tetapi juga menjadi tulang punggung ekonomi keluarga sejak suaminya mengalami sakit dan tidak lagi mampu bekerja secara penuh.

Sejak itu, ia menjalani berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan kopi komoditas utama Tanah Gayo.

Ia kerap bekerja sebagai tenaga penyortir biji kopi, memisahkan biji yang baik dari yang rusak dengan ketelitian tinggi.

Dalam bahasa Gayo, pekerjaan ini dikenal sebagai mudepe.

Selain itu, ia juga menjadi tenaga panen di kebun-kebun kopi milik warga, pekerjaan yang menuntut ketahanan fisik dan kesabaran karena dilakukan di lereng-lereng kebun yang tidak ringan medan kerjanya.

Bagi Uni Inen Iko, kebun kopi bukan sekadar tempat bekerja.

Di sanalah ia menggantungkan harapan untuk keberlangsungan hidup keluarganya.

Setiap musim panen menjadi momen penting untuk bertahan sekaligus menjadi bukti keteguhan seorang perempuan desa dalam menghadapi keadaan.

Kisah Uni Inen Iko merupakan gambaran nyata tentang ketangguhan perempuan-perempuan Gayo yang bekerja dalam diam di balik harum kopi Gayo yang dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia.

Tangan-tangan perempuan seperti dirinya turut menjaga kualitas, tradisi dan keberlanjutan kopi sebagai identitas budaya Tanah Gayo.

Melalui film dokumenter ini, Komunitas Desember Kopi Gayo berharap publik semakin memahami bahwa di balik secangkir kopi Gayo, terdapat kerja keras dan keteguhan perempuan-perempuan desa yang menjadi penyangga kehidupan keluarga sekaligus penjaga tradisi kopi di dataran tinggi Gayo. (***Fikar W Eda***)

Baca juga: Tim Desember Kopi Gayo Kembali ke Kampung Tebuk Aceh Tengah untuk Kedua Kalinya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.