BMKG: Potensi Hujan Masih Terjadi di Berbagai Wilayah Indonesia hingga 2 April 2026
Hilarius Ninu March 28, 2026 06:37 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- BMKG memprakirkan potensi hujan masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada 27 Maret – 02 April 2026. Potensi hujan ini dipicu dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal. 

Hasil analisis BMKG menunjukkan La Nina lemah berpengaruh dalam peningkatan pola konvektif di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. 

Selain itu, analisis regional berdasarkan anomali OLR, MJO, dan aktivitas gelombang ekuator mengindikasikan kecenderungan peningkatan aktivitas konvektif, terutama di wilayah Sumatra bagian utara, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, pesisir Timur Sulawesi, Laut Banda, Laut Arafuru, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor, Laut Maluku, Laut Seram, Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.

Peningkatan aktivitas konvektif tersebut diprakirakan diperkuat oleh aktifnya MJO secara spasial pada 27-28 Maret 2026, gangguan fenomena MJO secara spasial diprakirakan aktif di wilayah Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Laut Arafuru, sebagian besar Pulau Papua dan perairan utara utara Papua. 

 

Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur Erupsi Sabtu Siang, Tinggi Kolom Abu 400 Meter

 

 

Kombinasi fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan curah hujan, terutama di beberapa wilayah perairan dan daratan Indonesia.

Di sisi lain, Siklon Tropis Narelle yang terpantau aktif kembali di Samudra Hindia barat laut Australia masih memberikan pengaruh tidak langsung terhadap dinamika atmosfer di Indonesia, terutama meningkatkan potensi curah hujan sedang – lebat di wilayah Banten, Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selain itu, sirkulasi siklonik diprakirakan muncul di Samudra Hindia Barat Aceh, Samudra Hindia Barat Daya Banten, Papua bagian Selatan.

Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Samudra Hindia Barat Aceh hingga Sumatra Utara, Samudra Hindia Barat Daya Banten hingga Jawa Barat, dari Laut Arafuru hingga Papua Tengah. 

Labilitas atmosfer lokal yang kuat juga masih terpantau di beberapa wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan sehingga berpotensi mendukung peningkatan pertumbuhan awan hujan dan cuaca signifikan di sejumlah wilayah. Kondisi ini tentu saja memberikan pengaruh terhadap aktivitas masyarakat, khususnya selama periode arus balik lebaran.

 

Baca juga: BMKG Sebut NTT Mulai Masuk Musim Kemarau pada April 2026, Petani Diimbau Pilih Varietas Hemat Air

 

Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Periode 27 – 29 Maret 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (hujan lebat – sangat lebat): DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Selatan.

Angin Kencang: Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Periode 30 Maret – 02 April 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Sumatra Barat dan Papua Pegunungan.

Angin Kencang: Riau, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur

BMKG mengimbau masyarakat danpemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. 

Dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan membuat kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Pantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG dan media sosial @infobmkg.

Sumber: BMKG

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.