TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Puluhan ribu orang hari ini, Sabtu (28/4/2026) tiba di Jakarta dari sejumlah stasiun utama, seperti Pasar Senen, Gambir, dan Bekasi.
Data PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang yang tiba di Ibu Kota mengalami tren peningkatan sejak beberapa hari terakhir ini.
“Pergerakan penumpang menunjukkan tren arus balik mulai meningkat, khususnya di stasiun-stasiun utama di Jakarta,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo saat dikonfirmasi.
Stasiun Pasar Senen menjadi titik kedatangan paling padat dengan 18.788 penumpang tiba dalam sehari.
Angka ini jauh melampaui jumlah keberangkatan yang hanya mencapai 13.832 penumpang.
Tak jauh berbeda, Stasiun Gambir juga dipadati penumpang dengan total 15.439 orang yang tiba.
Sementara jumlah penumpang berangkat dari stasiun ini tercatat sebanyak 9.224 orang.
Lonjakan juga terjadi di Stasiun Bekasi, dengan 8.320 penumpang datang dan 6.478 penumpang berangkat.
Artinya, jumlah pendatang yang hari ini tiba di Jakarta mencapai 42.547 orang.
Kondisi ini menunjukkan arus balik ke Jakarta kian menguat, terutama di stasiun-stasiun utama yang menjadi pintu masuk ibu kota.
Tak hanya tiga stasiun utama, peningkatan kedatangan juga terjadi di sejumlah stasiun lain seperti Cikampek, Cikarang, Jatinegara, hingga Karawang.
Mayoritas stasiun mencatat jumlah penumpang datang lebih tinggi dibandingkan keberangkatan, mempertegas bahwa fase arus balik kini mulai mendominasi.
Secara keseluruhan, jumlah penumpang berangkat pada 28 Maret 2026 mencapai 35.174 orang.
Sementara kumulatif penumpang selama periode angkutan Lebaran 11–28 Maret 2026 telah mencapai 815.703 orang.
PT KAI juga mencatat total 891.098 tiket telah terjual atau dipesan hingga 1 April 2026, dengan tingkat okupansi rata-rata 82 persen.
Meski begitu, masih tersedia 138.049 kursi untuk perjalanan hingga awal April, yang tersebar di berbagai kelas.
Untuk menarik minat masyarakat, KAI menghadirkan promo diskon “Promo Silaturahmi” sebesar 20 persen untuk kelas eksekutif pada periode 25 Maret hingga 1 April 2026.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan kereta api sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih terjangkau di masa Lebaran,” kata Franoto.