Klaim Kapal Pertamina Sudah Bisa Lewati Selat Hormuz, Hikmahanto: Sudah Diberi Akses Iran
Firmauli Sihaloho March 28, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKABARU.COM - Kabar terkini terkait kondisi dua kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz, Iran.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana mengatakan dua kapal Pertamina itu kini sudah diberi akses untuk lewat.

"Saya sudah mendengar kabar bahwa kapal kita itu diberikan lampu hijau untuk melewati Selat Hormuz," kata Hikmahanto dihubungi Sabtu (28/3/2026).

Hal itu, kata Hikmahanto, hasil dari upaya diplomasi intensif pemerintah.

Melalui lobi yang dilakukan oleh perwakilan Indonesia di Iran serta Kementerian Luar Negeri.

"Jadi ada dua kapal Pertamina yang saat ini mungkin beberapa waktu yang lalu, beberapa jam yang lalu masih tertahan, tapi sekarang sudah diberi akses," ucapnya.

Ia berharap dua kapal Pertamina benar-benar bisa melewati Selat Hormuz.

"Mudah-mudahan insyaallah bahwa kapal kita bisa melewati Selat Hormuz seperti itu," tutupnya.

Baca juga: Fakta-Fakta Kapal Tanker Iran yang Pernah Ditangkap Indonesia di Natuna: Dilelang Rp 1,1 Triliun

Baca juga: dr Tifa Konsisten dalam Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Lega: Singgung Isu Tudingan Dana Rp 50 Miliar

Tanggapan Kemlu RI

 Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang mengungkapkan bahwa Pemerintah Iran telah memberikan sinyal positif terkait keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group yang sempat tertahan di kawasan Selat Hormuz.

Yvonne menyebut kepastian ini didapat setelah Kedutaan Besar (Kedubes) Iran menyampaikan pertimbangan positif dari pemerintah pusat mereka atas permohonan yang diajukan oleh Pemerintah Indonesia.

"Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz," ujar Yvonne Mewengkang kepada Tribunnews.com, Sabtu (28/3/2026).

Guna menindaklanjuti lampu hijau dari Teheran tersebut, pihaknya telah memberikan rincian data kapal yang diminta oleh otoritas Iran.

"Terdapat beberapa detail informasi kapal yang diperlukan, yang telah diteruskan pada pihak Iran," jelasnya.

Menyikapi perkembangan positif ini, Kemlu RI pun bergerak cepat dengan melakukan koordinasi lanjutan secara intensif bersama jajaran manajemen Pertamina.

Namun Yvonne menekankan bahwa sebelum kapal benar-benar melanjutkan pelayarannya, diperlukan kesiapan teknis yang matang dari pihak internal Pertamina sebagai langkah antisipasi dan standar prosedur operasional.

"Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari Pemerintah Iran," paparnya.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa proses perlintasan kapal tanker tersebut tidak hanya berjalan aman secara diplomatik, namun juga memenuhi kelaikan operasional di wilayah perairan yang strategis tersebut.

Hingga saat ini, Kemlu terus memantau perkembangan di lapangan sembari memastikan seluruh hak dan keselamatan kru kapal tetap menjadi prioritas utama.

"Koordinasi terus dilakukan agar semua berjalan sesuai rencana," tandasnya.

Sebagai informasi, hingga 27 Maret 2026, kapal tanker Pertamina belum diizinkan lewat Selat Hormuz yang dikendalikan Iran karena perang di wilayah itu.

Sejumlah negara diketahui sudah berhasil meloloskan kapal mereka dari Selat Hormuz melalui jalur diplomasi.

Bahkan kapal tanker dari Malaysia dan Thailand dilaporkan telah diizinkan melintas oleh Iran setelah adanya komunikasi antara pemerintah kedua negara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.