TRIBUNNEWS.COM - Tim nasional Malaysia mencoba menata kembali kehidupan dan jalan mereka di tahun 2026.
Kebetulan ada beberapa turnamen penting yang akan dipertandingkan tahun ini, seperti Piala AFF dan FIFA ASEAN Cup.
Rencananya, Piala AFF 2026 akan digelar terlebih dahulu ketimbang FIFA ASEAN Cup.
Piala AFF 2026 akan digelar pada 27 Juli hingga 26 Agustus mendatang.
Sementara FIFA ASEAN Cup baru akan digelar pada September hingga Oktober nanti.
Untuk itu pelatih Malaysia, Peter Cklamovski, memiliki rencana yang siap dieksekusi.
Baca juga: FAM Kecewa setelah CAS Tolak Banding Kasus 7 Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia
Ia mempertimbangkan untuk mencari, mengembangkan, dan memainkan para pemain muda Harimau Malaya saat Piala AFF.
Kebijakan itu menjadi pertimbangan besar lantaran turnamen tersebut masih berada di luar pengakuan FIFA.
Akan sangat sulit bagi Malaysia memanggil para pemain senior yang biasanya bermain bersama tim masing-masing.
Apalagi dengan penyelenggaraan di tengah tahun 2026 itu bertepatan dengan agenda pramusim tim.
Hal tersebut akan tambah mempersulit proses pemanggilan para pemain.
Malaysia sendiri pernah mengalami pasang surut akibat bentrok jadwal Piala AFF dengan tim di liga mereka.
Pada 2024 lalu, Johor Darul Takzim selaku tim terkuat di Malaysia, tak mengizinkan pemainnya asal Malaysia bergabung ke timnas lantaran bentrokan jadwal.
Padahal saat itu Malaysia berjuang di kancah Piala AFF yang memiliki prestise cukup nyata di Asia Tenggara.
Demi mengurangi potensi kerusuhan, pelatih Cklamovski akan mempertimbangkan untuk hanya menggunakan para pemain muda.
"Mengirim para pemain muda untuk tampil di Piala AFF 2026 adalah sebuah opsi," kata Cklamovski dikutip dari Soha.
"Kami bisa mempertimbangkan itu (Piala AFF) sebagai ajang uji coba," sambungnya.
Dengan itu, Malaysia mulai bisa mengambil langkah maju di tengah kontroversi yang menyelimuti.
Mereka sedang memperjuangkan nasib agar tak mendapatkan sanksi beruntun dari FIFA terkait pemalsuan dokumen pemain diaspora mereka.
Hal tersebut membuat Malaysia mendapatkan beragam sanksi, di antaranya adalah dinyatakan kalah saat berhadapan dengan Vietnam dan Nepal.
Penggunaan pemain diaspora yang tak sah itu membuat mereka menjadi tak bisa lolos ke Piala Asia 2027.
Di tengah penyusunan rencana ini, Peter Cklamovski sebenarnya juga menghadapi ketidakpastian nasib.
Ia masih menunggu aba-aba dari Federasi Sepak Bola Malaysia soal kelanjutannya sebagai pelatih di negeri Jiran.
Setelah mendapatkan hantaman sanksi, Malaysia memang masih mencoba merangkak perlahan.
Mereka mencoba bangkit dengan beberapa pemain diasporan dan naturalisasi yang tersisa.
Namun para barisan pemain itu sebenarnya belum cukup mumpuni membawa Malaysia berbicara banyak di berbagai turnamen.
Untuk itu, akan menjadi tantangan bagi Peter Cklamovski bila dirinya melanjutkan pengabdian bersama Harimau Malaya.
Ia harus bisa menemukan komposisi terbaik tanpa menggunakan pemain diaspora yang sempat mengangkat derajat mereka di kancah internasional.
(Tribunnews.com/Guruh)