16 Ribu Laptop Kemensos Mulai Sasar Sekolah Rakyat di Kaltim demi Cetak Generasi Melek Teknologi
Budi Susilo March 28, 2026 06:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Langkah besar menuju digitalisasi pendidikan mulai dirasakan oleh siswa Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur.

Penyaluran bantuan laptop dari Kementerian Sosial (Kemensos) kini resmi direalisasikan, memberikan napas baru bagi proses belajar mengajar di sekolah besutan Presiden Prabowo tersebut agar lebih optimal dan modern.

Fasilitas perangkat digital ini hadir untuk menunjang kebutuhan akademik siswa secara langsung.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kalimantan Timur, Achmad Rasyidi, mengonfirmasi bahwa seluruh perangkat telah tersalurkan ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Baca juga: Kemensos Salurkan Laptop untuk Siswa Sekolah Rakyat di Kaltim, Dukung Pembelajaran Digital

Pengawasan Ketat untuk Edukasi Guna memastikan bantuan ini tepat sasaran dan berdaya guna, penggunaan laptop dikontrol penuh oleh tenaga pendidik.

Laptop tersebut difungsikan sebagai sarana belajar di lingkungan sekolah dan tetap berada dalam pengelolaan pihak sekolah saat jam pelajaran usai.

"Bantuan sudah sampai dan sudah digunakan anak-anak saat jam sekolah. Jika masuk masa libur, perangkat tersebut akan disimpan dengan aman oleh pihak sekolah untuk pemeliharaan," ujar Rasyidi, Sabtu (28/3/2026).

Program ini merupakan bagian dari pengadaan berskala nasional oleh Kemensos yang menargetkan penyediaan laptop bagi 16.000 siswa di 165 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memangkas kesenjangan digital dan meningkatkan kualitas literasi teknologi bagi siswa di daerah.

Meskipun detail spesifikasi teknis masih dalam proses pendataan lebih lanjut karena diserahkan langsung oleh kementerian ke pihak sekolah, Rasyidi memastikan jumlah unit yang diterima sangat akurat.

Baca juga: Sidang Kasus Korupsi Laptop Chromebook, Nadiem Makarim: Tuduhan Terima Rp809 Miliar Tidak Terbukti

Jumlah unit yang diberikan telah disesuaikan dengan data riil siswa di tiap sekolah.

Sebagai contoh, di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 58 Samarinda Utara, Jalan Erry Suparjan, terdapat 75 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

"Semuanya terdata sebagai penerima," jelasnya.

"Sesuai jumlah siswa; jika siswanya ada 75 orang, maka laptop yang tersedia juga 75 unit," pungkas Rasyidi.

Kehadiran laptop ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi siswa Sekolah Rakyat di Kaltim untuk lebih kompetitif di era digital, sekaligus membuktikan bahwa kualitas pendidikan setara dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.