Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Dua Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Maluku Tengah yang berfokus pada pengolahan kelapa dan pala diproyeksikan bakal menyerap 10 ribu tenaga kerja.
Dua Proyek Strategi Nasional (PSN) tersebut senilai Rp 640 Milyar, dan segera dibangun di Maluku Tengah, dimana dalam waktu dekat bakal dilaksanakan peletakan batu pertama.
Dua PSN tersebut adalah pabrik pengolahan kelapa terintegrasi senilai Rp 500 milyar dan pabrik pengolahan pala senilai Rp 140 milyar.
Pemerintah Pusat mempercayakan PT.Perkebunan Negara (PTPN) untuk menjalankan pembangunan pabrik kelapa senilai Rp. 500 miliar.
PT.PN berperan sebagai penghubung antara potensi petani lokal dengan teknologi industri modern serta akses pasar Global.
Pabrik Kelapa terintegrasi direncanakan memproduksi medium chain triglycerids (MCT), tepung kelapa dan arang akrif dengan kapasitas hingga 300.000 butir kelapa per hari.
Di sisi lain, pabrik pengolahan pala senilai Rp.140 miliar difokuskan pada produksi oleoresin untuk memenuhi standar pasar ekspor.
Proyek Strategis Nasional itu dipastikan masuk ke Maluku Tengah dan berpusat di Perkebunan Awaeya, Negeri Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih.
Baca juga: Stok Melimpah, Harga Ikan Segar di Pasar Langgur Malra Stabil
Baca juga: Mudik Lebaran, 14.316 Penumpang Tiba dan Berangkat di Pelabuhan Amahai Malteng
Kepastian itu disampaikan Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam keterangan tertulisnya yang diterima TribunAmbon.com, Sabtu (28/3/2026).
Orang nomor satu di Maluku Tengah ini menyampaikan bahwa pembangunan dua PSN ini merupakan upaya pemerintah untuk mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo melalui hilirisasi komoditas perkebunan dan peningkatan produksi pertanian di dalam negeri.
"Selain itu juga, untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan sekaligus membuka lapangan kerja baru dan memperkuat posisi negara sebagai pemain utama agraris global," ungkap Zulkarnain.
Zulkarnain menjelaskan untuk menyukseskan program hilirisasi perkebunan ini pemerintah pusat menggandeng PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) I sebagai salah satu BUMN yang diharapkan bisa membantu menggerakkan perekonomian daerah.
Dikatakan, melalui sinergi ini, PTPN berperan sebagai penghubung antara potensi petani lokal dengan teknologi industri modern serta akses pasar global.
“Rencana ground breaking (peletakan batu pertama) kedua Proyek Strategi Nasional ini akan akan dilaksanakan sebulan atau dua bulan ke depan dan direncanakan juga akan dihadiri oleh Presiden Prabowo,” ungkap Zulkarnain.(*)