Operasi Ketupat Semeru Tulungagung: Ada 28 Kecelakaan dan 3 Nyawa Melayang
Cak Sur March 28, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Satlantas Polres Tulungagung di Jawa Timur (Jatim) merilis hasil evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 13 hingga 25 Maret 2026.

Selama periode tersebut, tercatat terjadi 28 insiden kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Tulungagung. Peristiwa tragis ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sementara 50 korban lainnya mengalami luka ringan.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila mengungkapkan bahwa selain korban jiwa, kecelakaan tersebut juga memicu kerugian material mencapai Rp 27 juta akibat kerusakan kendaraan.

Data Kepadatan Arus Lalu Lintas Tulungagung

Puncak arus kendaraan di wilayah perkotaan mencapai angka signifikan, yakni lebih dari 18.000 kendaraan per jam. Berdasarkan data Satlantas, berikut rincian volume kendaraan di jalur-jalur utama:

  • Jalan Patimura (Barat): 4.088 sepeda motor dan 2.079 mobil per jam (Jalur paling padat).
  • Jalan Panglima Sudirman (Utara): 3.199 sepeda motor dan 2.044 mobil per jam.
  • Jalan Ki Mangun Sarkoro (Selatan): 2.480 sepeda motor dan 1.210 mobil per jam.
  • Jalan Mayor Sujadi (Timur): 2.299 sepeda motor dan 1.255 mobil per jam.

AKP Taufik menjelaskan, bahwa peningkatan volume kendaraan di tengah kota didominasi oleh pengendara lokal. Secara keseluruhan, arus mudik dan balik tahun 2026 dinilai lebih lancar dengan titik kemacetan yang berkurang signifikan.

“Hasil analisa, volume kendaraan di tengah kota meningkat dibanding tahun lalu, tapi kendaraan lokal,” sambung Taufik.

Rekayasa Lalu Lintas dan Kondisi Jalur Wisata

Kemacetan hanya terdeteksi di simpang tiga Jetakan dan simpang empat Cuwiri pada H-1 serta H+1 Lebaran. Polisi melakukan rekayasa waktu lampu lalu lintas untuk mengurai antrean kendaraan dari arah barat dan timur.

“Kemacetan bisa kami urai dengan rekayasa lampu lalu lintas. Waktu yang ke timur dan barat ditambah, sementara yang dari utara dikurangi,” papar Taufik.

Menariknya, Jalur Lintas Selatan (JLS) yang diprediksi akan padat justru terpantau sepi pengunjung. Kondisi ini berbeda jauh dengan situasi saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 lalu.

  • Pantai Midodaren, Pantai Bayem, dan Pantai Gemah relatif sepi.
  • Jumlah wisatawan menurun karena masyarakat lebih fokus pada agenda silaturahmi keluarga.
  • Volume kendaraan lokal mendominasi pergerakan di dalam area kota.

“Jumlah wisatawan tidak seperti prediksi. Masyarakat lebih fokus silaturahmi,” pungkas Taufik.

Sebagai informasi tambahan, Polres Tulungagung terus melakukan pemetaan titik rawan kecelakaan (black spot) untuk menekan angka fatalitas di masa mendatang. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan juga diperkuat guna optimalisasi marka dan rambu jalan.

Tips Berkendara Aman Pasca-Lebaran

Bagi pengendara yang masih melakukan perjalanan, Satlantas Polres Tulungagung mengimbau untuk selalu memeriksa kelaikan kendaraan dan memastikan kondisi fisik tetap prima. Hindari memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalur perkotaan yang padat penduduk guna meminimalkan risiko kecelakaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.