Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo kini jadi perhatian pemerintah pusat.
Pada Sabtu (28/3/2026) siang, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke PLTSa Putri Cempo didampingi Wali Kota Solo Respati Ardi.
Hasil kunjungan kerja tersebut, pemerintah pusat segera akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operaional PLTSa Putri Cempo sebagai penerapan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 109 Tahun 2025.
Audit tersebut dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menentukan terkait keberlanjutan pengolahan sampah di TPA Putri Cempo dimana kini memiliki problem menumpuknya sampah warisan.
Baca juga: Nasib PLTSa Putri Cempo Solo: Dulu Dibanggakan Gibran Sampai Mau Impor Sampah, Kini Terancam Disetop
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho Adi menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait evaluasi operasional PLTSa Putri Cempo yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
"Akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh, beliau akan membentuk tim untuk melihat secara utuh permasalahannya baik teknik operasional, maupun sisi lainnya," ungkap Herwin.
Sementara itu, saat disinggung mengenai pengolahan sampah di PLTSa Putri Cempo, Herwin menjelaskan bahwa perusahaan penghasil listrik tersebut baru mampu mengolah sekitar 6 persen dari total sampah yang masuk ke TPA per hari.
"Saat ini yang diolah 50-80 ton per hari, yang masuk tiap hari 300-400 ton per hari," jelas Herwin.
Herwin melanjutkan bahwa Pemkot Solo pun telah melakukan pendalaman terkait masalah yang terjadi di PLTSa Putri Cempo sehingga hanya mampu mengolah kurang dari target yang ditetapkan.
Baca juga: PLTSa Putri Cempo Solo Terancam Ditutup? Menteri LH Ungkap Hasil Audit Jadi Penentu
"Pak Wali melakukan juga pendalaman problemnya seperti apa, mendorong maksimalnya berapa, sudah berdiskusi dengan pak Menteri akan diselesaikan seperti apa," imbuh dia.
Disinggung terkait target yang diberikan pemerintah kota mengenai pengolahan sampah TPA Putri Cempo oleh PLTSa. Herwin menjelaskan bahwa pada awalnya target yang diberikan kepada PLTSa mencapai 400 ton pengolahan sampah per hari. Namun dalam faktanya kini hanya mampu mengolah kurang dari 100 ton per hari.
"Dulu (target pengelolaannya) 400-500 ton. Problemnya akan dicek pak Menteri secara komplit. Apakah teknis, finansial, atau skema terkait kelistrikannya. Tadi hadir juga dari PLN, nanti juga akan ketemu. Pak Menteri akan melaporkan ke pak Presiden untuk penanganan termasuk Putri Cempo seperti apa," kaya dia.
Sampai saat ini Herwin mengatakan bahwa operasional PLTSa Putri Cempo masih berjalan.
"Masih beroperasi. Masih mengolah sampah dari Kota Solo," pungkasnya. (*)