Kondisi PLTSa Putri Cempo Solo : Program Prioritas Gibran, Tak Sanggup Olah Sampah 400 Ton per Hari
Putradi Pamungkas March 28, 2026 06:12 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo kini menjadi sorotan pemerintah pusat.

Kapasitas pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo masih jauh dari target, sehingga perlu evaluasi menyeluruh.

Pada Sabtu (28/3/2026) siang, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke PLTSa Putri Cempo, didampingi Wali Kota Solo Respati Ardi.

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan operasional PLTSa sesuai Peraturan Presiden (Perpres) nomor 109 Tahun 2025.

Evaluasi Menyeluruh oleh Pemerintah Pusat

Hasil kunjungan, pemerintah pusat akan segera melakukan audit komprehensif terhadap operasional PLTSa Putri Cempo.

Audit ini bertujuan menilai keberlanjutan pengolahan sampah di TPA Putri Cempo yang kini menghadapi masalah sampah menumpuk dari warisan sebelumnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho Adi, menegaskan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup telah dilakukan.

"Akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh, beliau akan membentuk tim untuk melihat secara utuh permasalahannya baik teknik operasional, maupun sisi lainnya," ujar Herwin.

BERPOTENSI STOP - Kondisi PLTSa dan TPA Putri Cempo, belum lama ini. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq membuka kemungkinan penghentian operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo.
BERPOTENSI STOP - Kondisi PLTSa dan TPA Putri Cempo, belum lama ini. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq membuka kemungkinan penghentian operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Kapasitas Pengolahan Masih di Bawah Target

Herwin menjelaskan bahwa PLTSa Putri Cempo baru mampu mengolah sekitar 6 persen dari total sampah yang masuk setiap hari.

"Saat ini yang diolah 50-80 ton per hari, yang masuk tiap hari 300-400 ton per hari," jelas Herwin.

Pemkot Solo pun terus mendalami penyebab rendahnya kapasitas pengolahan.

"Pak Wali melakukan juga pendalaman problemnya seperti apa, mendorong maksimalnya berapa, sudah berdiskusi dengan pak Menteri akan diselesaikan seperti apa," imbuh dia.

Awalnya, pemerintah kota menargetkan PLTSa dapat mengolah 400–500 ton sampah per hari. Namun faktanya, kapasitas saat ini masih di bawah 100 ton per hari.

"Dulu (target pengelolaannya) 400-500 ton. Problemnya akan dicek pak Menteri secara komplit. Apakah teknis, finansial, atau skema terkait kelistrikannya. Tadi hadir juga dari PLN, nanti juga akan ketemu. Pak Menteri akan melaporkan ke pak Presiden untuk penanganan termasuk Putri Cempo seperti apa," jelas Herwin.

Operasional PLTSa Putri Cempo Masih Berjalan

Meski menghadapi kendala, Herwin memastikan operasional PLTSa Putri Cempo tetap berjalan dan terus mengolah sampah dari Kota Solo.

"Masih beroperasi. Masih mengolah sampah dari Kota Solo," pungkasnya.

Baca juga: PLTSa Putri Cempo Solo Terancam Ditutup? Menteri LH Ungkap Hasil Audit Jadi Penentu

Seperti diketahui, Gibran Rakabuming Raka, saat menjabat Wali Kota Solo, menjadikan TPA Putri Cempo sebagai prioritas dengan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pada Oktober 2023 untuk mengatasi masalah sampah. 

Proyek ini sempat mengalami kendala kebakaran pada September 2023, yang membuat Gibran meninjau lokasi dan meminta maaf kepada warga terdampak. 

PLTSa ini adalah salah satu dari 17 program prioritas Gibran selama memimpin Kota Solo.

Proyek strategis nasional ini diresmikan oleh Gibran sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, yang mampu menghasilkan 5 Mega Watt energi.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.