Tak Melulu Buntung, Konflik Timur Tengah Bisa Bikin Wisata ASEAN Untung
GH News March 28, 2026 06:13 PM
Jakarta -

Konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung hampir sebulan membawa dampak nyata bagi berbagai industri, termasuk pariwisata. Namun, di balik tekanan tersebut, muncul juga peluang bagi kawasan Asia Tenggara.

Dikutip dari pada Sabtu (28/3/2026), Asosiasi Pariwisata ASEAN (ASEANTA) bekerja sama dengan konsultan perjalanan Pear Anderson untuk melakukan survei. Respondennya terdiri dari 157 perusahaan perjalanan dari delapan negara di Asia Tenggara.

Hasilnya menunjukkan potensi penurunan minat perjalanan ke ASEAN hingga 74%. Singapura tercatat paling pesimis, dengan 67% permintaan perjalanan masuk pada kuartal kedua 2026 diproyeksikan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Negara lain juga menunjukkan tren serupa, dengan Malaysia 64%, Indonesia 54%, Filipina 50%, dan Thailand 43%. Pembatalan perjalanan masuk tercatat sebesar 54% pada bulan Mei, menurun menjadi 21% pada Juni, dan hanya 3% pada Oktober, menunjukkan pelancong cenderung menunggu situasi lebih stabil.

Selain itu, sekitar 62% bisnis melaporkan perjalanan dari wisatawan Timur Tengah ditunda atau dibatalkan, bahkan untuk turis Eropa angkanya lebih tinggi, yaitu 67%. Kondisi itu menunjukkan peran penting pusat transit Timur Tengah dalam memfasilitasi perjalanan ke ASEAN.

Di sisi lain, ada peluang strategis bagi ASEAN. Karena gangguan perjalanan ke Timur Tengah dan Eropa, banyak wisatawan mencari rute alternatif, sehingga kawasan Asia Tenggara bisa menjadi tujuan transit atau tujuan wisata baru. Sekitar 64% bisnis percaya ASEAN akan mendapat manfaat dari pengalihan permintaan perjalanan.

Bisnis di Thailand dan Filipina melihat peluang tambahan. Thailand lebih fokus ke peningkatan minat perjalanan ke Eropa, sedangkan Filipina melihat peluang untuk meningkatkan perjalanan domestik.

"Persentase tinggi pada perjalanan yang dialihkan ke Asia Tenggara menegaskan bahwa kita harus bekerja sama sebagai satu ASEAN untuk mendukung ekosistem pariwisata dan perjalanan," ujar Eddy Soemawilaga, Presiden ASEANTA.

Dia menambahkan bahwa sektor pariwisata menunjukkan ketahanan. Banyak pihak memperkirakan permintaan wisatawan akan pulih begitu kondisi stabil.

Direktur Pear Anderson, Hannah Pearson, menambahkan bahwa pergeseran itu juga membuka peluang bagi ASEAN menjadi pusat transit alternatif antara Australia dan Eropa, berpotensi menambah rute penerbangan langsung dan peluang bisnis baru.

Responden survei sebagian besar terdiri dari agen perjalanan/operator tur luar negeri (71%), diikuti DMC/operator tur dalam negeri (12%) dan penyedia akomodasi (6%).

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.