BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pembayaran tunjangan hari raya ( THR ) bagi ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bangka Tengah mengalami sejumlah kendala.
THR yang seharusnya dibayarkan sebelum perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tersebut, diketahui masih tertunda penyalurannya hingga saat ini.
Berdasarkan data yang diterima Bangkapos.com, secara keseluruhan terdapat 242 orang PPPK Paruh Waktu tingkat SD belum menerima THR hingga setelah lebaran.
Jumlah tersebut terdiri dari 235 Tenaga Kependidikan dan tujuh Tenaga Pendidik atau Guru.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah Indrawadi membenarkan adanya keterlambatan pembayaran THR bagi PPPK Paruh Waktu yang bertugas di jenjang pendidikan tingkat SD.
Indrawadi menjelaskan, tertundanya penyaluran THR itu disebabkan adanya kesalahan dalam prosedur berkas administratif.
Menurutnya, kesalahan administrasi ini terjadi karena ditemukan perbedaan jumlah penerima tambahan penghasilan PPPK Paruh Waktu jenjang SD pada kode rekening belanja Tenaga Pendidik (Guru) dan kode rekening belanja Tenaga Kependidikan.
"Atas nama Dinas Pendidikan, kami menyampaikan permohonan maaf atas tertundanya penyaluran ini. Keterlambatan tersebut karena ada kesalahan dalam kode rekening," ujar Indrawadi, Sabtu (27/3/2026).
"Kendala yang terjadi di kami ini, teman-teman PPPK Paruh Waktu ini kan sebelumnya tenaga honorer di tahun 2025. Saat di angkat menjadi PPPK Paruh Waktu, ada perubahan dari yang sebelumnya Guru menjadi Tenaga Kependidikan," tambahnya.
Ia menerangkan, terjadinya perubahan status yang cukup signifikan ini kurang dicermati oleh bidang yang menangani sehingga membuat proses pencairan anggaran belum dapat dilakukan sampai hari ini.
"Perbedaan jumlah tersebut sangat signifikan, berupa lebih banyak teranggarkan pada Kode Rekening Belanja Tenaga Pendidikan (Guru) dari pada Tenaga Kependidikan, sehingga tidak dapat dilakukan pembayaran," terangnya.
Meski begitu ia memastikan bakal berusaha menyelesaikan penyaluran secepatnya pasca cuti bersama lebaran Idulfitri 2026 ini.
"Karena sebenarnya anggarannya memang ada, hanya karena proses administrasi. Mudah-mudahan secepatnya bisa kami selesaikan," kata dia.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)