TRIBUNJAKARTA.COM - Aksi pemalakan terhadap pengendara mobil berpelat D di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang viral di media sosial akhirnya diungkap polisi.
Berikut lima fakta terbaru terkait insiden yang dialami korban bernama Arip Hidayat.
Peristiwa bermula saat korban, Arip Hidayat, menepi di pinggir jalan karena tidak mengetahui arah dan hendak membuka aplikasi peta digital.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, pelaku tiba-tiba menghampiri korban dan meminta uang.
"Tiba-tiba diduga pelaku datang dan meminta uang rokok kepada korban," katanya.
Karena korban menolak, pelaku kemudian meminta uang pengawalan.
"Karena korban menolak, pelaku kemudian meminta uang pengawalan sebesar Rp 300.000. Namun, oleh korban hanya diberikan Rp 100.000," ujar Dhimas.
Pelaku yang tidak puas dengan jumlah uang yang diberikan kemudian bertindak lebih jauh.
"Pelaku yang tidak puas kemudian mengambil paksa kartu e-money milik korban yang berada di dashboard mobil," katanya.
Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku pada keesokan harinya.
"Pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, tim opsnal Polsek Metro Tanah Abang telah mengamankan diduga pelaku pemalakan yang viral di media sosial," ujar dia.
Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi menegaskan akan menindak tegas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Pusat.
Arip menambahkan, saat kejadian dirinya baru saja pulang mudik dari Pandeglang dan hendak kembali ke Bandung.
"Saya kebetulan abis mudik dari Pandeglang pulangnya mampir dulu (ke Jakarta), nah pas mau ke Bandung saya set maps dulu, tahu-tahu disamperin sama mereka dan ujug-ujug minta uang," katanya.
Arip mengatakan ketiga pelaku tersebut berusia sekitar 30 - 40 tahun.
Ia pun merekam insiden tersebut sebagai bentuk bukti sekaligus agar mendapat perhatian publik.
"Minimal saya videokan biar ada sanksi sosial dengan viralnya kejadian ini," tuturnya.
Namun, peristiwa ini kembali memicu kekhawatiran publik terhadap aksi premanisme di jalanan ibu kota.