Puncak Festival Balon Udara Wonosobo Digelar Minggu 29 Maret, AirNav Tutup Sementara Ruang Udara
rival al manaf March 28, 2026 08:54 PM

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Puncak Festival Mudik Balon Udara akan berlangsung besok hari di Alun-Alun Wonosobo, Minggu (29/3/2026).

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, AirNav Indonesia menegaskan tetap menjaga keselamatan penerbangan tanpa mengganggu pelestarian tradisi.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta, Anton Krishna Saputra, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak awal rangkaian acara ini.

“Kami tetap berkoordinasi dengan Forkopimda untuk menyiapkan festival itu.

Tetap kami support, jadi tetap melestarikan tradisi tetapi tetap menjaga keamanan penerbangan,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Sebagai langkah antisipasi, AirNav Indonesia melakukan pengaturan khusus terhadap ruang udara di wilayah Wonosobo.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah penutupan sementara jalur penerbangan di atas area festival.

“Kami sudah blok airspace ini di atas Wonosobo, pesawat akan tidak melewati Wonosobo," sebutnya.

Pengaturan dilakukan dengan sistem buka-tutup ruang udara guna menghindari potensi gangguan dari balon udara terhadap penerbangan.

Selain itu, AirNav juga mengeluarkan peringatan kepada pilot melalui mekanisme khusus.

“Kami juga mengeluarkan istilahnya Notam untuk memperingatkan pilot untuk bahaya sewaktu-waktu,” katanya.

Selama rangkaian festival sejak 22 Maret, AirNav mencatat adanya beberapa balon udara yang terlepas di luar lokasi resmi.

“Kami memantau ada 2-3 balon terlepas, tapi tidak sampai mengganggu penerbangan,” ungkap Anton.

AirNav Indonesia mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara secara liar.

Saat ini, pemerintah daerah telah menyediakan 23 lokasi resmi yang telah diakomodasi.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melepaskan balon secara liar,” tegasnya.

Menurutnya, penerapan sistem balon ditambatkan menjadi kunci menjaga keseimbangan antara tradisi dan keselamatan penerbangan.

Selain balon udara, penggunaan drone juga menjadi perhatian selama festival berlangsung.

AirNav memastikan setiap penerbangan drone harus melalui rekomendasi resmi.

“Untuk drone itu kami yang mengeluarkan rekomendasi, izinnya dari otoritas bandara,” jelas Anton.

Ia menegaskan, penggunaan drone tanpa izin, terutama di kawasan keselamatan operasi penerbangan, sangat berisiko.

“Sangat ketat pengaturan drone untuk terbang,” tambahnya.

Ia menyebut, dibandingkan tahun sebelumnya, festival tahun ini dinilai lebih tertata dari sisi lokasi dan koordinasi.

“Pemerintah daerah Wonosobo sudah mengakomodir kegiatan ini dengan baik,” ujarnya.

AirNav memastikan seluruh kegiatan balon dalam festival telah sesuai dengan regulasi melalui koordinasi bersama komunitas.

Menjelang puncak acara esok hari, AirNav berharap festival dapat berlangsung aman dan tertib tanpa gangguan terhadap penerbangan.

“Saya harap bisa berjalan dengan tertib, lancar, tradisi tetap terjaga, keselamatan penerbangan tetap nyaman,” pungkasnya. (ima)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.