Apa Itu Minggu Palma? Umat Katolik Membawa Daun Palem Bersiap Memasuki Pekan Suci
Cornel Dimas Satrio March 28, 2026 10:45 PM

TRIBUNKALTARA.COM - Apa Itu Minggu Palma? umat Katolik membawa daun palem dan bersiap memasuki pekan suci.

Bagi umat Katolik, Mingu Palma merupakan  Minggu terakhir Masa Prapaskah (Lent), sekaligus hari pembuka pekan suci (Holy Week) menyambut paskah.

Tahun ini, Minggu Palma jatuh pada Minggu (29/3/2026), yang identik dirayakan dengan membawa daun palma atau daun palem ke gereja saat misa.

Dekorasi gereja saat Minggu Palma juga didominasi warna merah yang melambangkan darah pengorbanan Yesus Kristus.

Dalam tradisi Katolik, Minggu Palma adalah hari memperingati masuknya Yesus ke Yerusalem, beberapa hari sebelum Ia menderita sengsara, wafat, dan bangkit.

Peristiwa ini dicatat dalam Alkitab, yang menyatakan Yesus masuk ke Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai muda, sementara kerumunan orang menyambut-Nya dengan melambai-lambaikan daun palma, menebarkan pakaian di jalan, dan berseru:

"Hosanna! Diberkatilah Ia yang datang dalam nama Tuhan! Diberkatilah kerajaan yang datang, kerajaan bapa kita Daud! Hosanna di tempat yang tinggi!" (Bdk Mrk 11:9-10). 

MINGGU PALMA -
MINGGU PALMA - Tahun ini, Minggu Palma jatuh pada Minggu (29/3/2026), yang identik dirayakan dengan membawa daun palma atau daun palem ke gereja saat misa.(TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio K)

Baca juga: Rabu Abu 18 Februari 2026, Momentum Pertobatan, Umat Katolik Puasa Hari Ini

Umat Katolik diajak untuk melambaikan daun palma dan bergembira menyambut Yesus yang masuk ke gerbang Yerusalem sebagai Raja yang rendah hati.

Kendati dalam suasana sukacita, umat Katolik juga harus mempersiapkan diri memasuki pekan suci dengan cara merenungkan misteri penebusan Yesus di Kayu Salib.

Pemberkatan Daun Palma

Umat membawa daun palma ke gereja pada saat Misa Minggu Palma.

Biasanya misa Minggu Palma dimulai di luar gereja (halaman atau tempat yang ditentukan).

Imam memimpin doa pemberkatan atas daun palma, disertai bacaan singkat Injil tentang masuknya Yesus ke Yerusalem.

Kemudian Imam berkeliling memberkati daun palma yang diangkat umat.

Setelah pemberkatan daun palma, umat berjalan dalam prosesi perarakan menuju ke dalam gereja sembari melambai-lambaikan daun palem.

Lantunan pujian 'Hosanna Putra Daud' menggema saat umat memasuki gereja.

Prosesi ini melambangkan penyambutan umat Yerusalem terhadap Yesus sebagai Raja yang datang dengan rendah hati, menunggangi keledai muda bukan kuda perang.

Sementara itu, daun palem yang sudah diberkati dibawa pulang dan disimpan di rumah. Biasanya ditempatkan di belakang gambar Yesus, salib, atau pintu sebagai sakramental untuk perlindungan.

Seedangkan daun palma lama dari tahun sebelumnya dikumpulkan dan dibakar untuk dijadikan abu pada Rabu Abu tahun berikutnya.

(*)

(TribunKaltara.com/Cornel Dimas Satrio K)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.