Filosofi Ketupat hingga Laku Papat, Ini Makna Mendalam Grebeg Syawal Klaten 2026
Delta Lidina March 29, 2026 12:44 AM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Tradisi Grebeg Syawal di Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten tak sekadar kirab gunungan, tetapi sarat filosofi “ngaku lepat” dan nilai berbagi yang diwariskan lintas generasi.

Di balik meriahnya kirab 18 gunungan ketupat di Bukit Sidoguro, tersimpan pesan budaya yang kuat.

Setiap anyaman ketupat membawa makna pengakuan kesalahan dan upaya kembali pada kesucian.

Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudporapar Klaten, Dwi Murwanti, menjelaskan filosofi tersebut menjadi inti tradisi.

“Makna utamanya bermuara pada filosofi ketupat yaitu ngaku lepat (mengakui kesalahan) yang ditunjang dengan Laku Papat: lebar (pintu ampunan terbuka), luber (bersedekah), lebur (dosa dilebur/dimaafkan), dan labur (hati kembali suci bersih),” ujarnya.

Gunungan yang disusun dari hasil bumi seperti ketupat, sayuran, dan buah-buahan menjadi simbol kemakmuran sekaligus ajakan berbagi.

Pembagian ketupat kepada masyarakat pun bukan sekadar tradisi seremonial.

“Nilai Filosofi dari pembagian ketupat kepada masyarakat tradisi pembagian ketupat memiliki filosofi yang sangat dalam dan rasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk wujud syukur dan luber (bersedekah),” jelas Dwi.

Di lokasi, warga tampak antusias mengikuti prosesi. Beberapa terlihat tersenyum membawa hasil gunungan, sementara lainnya mengabadikan momen dengan ponsel.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan pentingnya menjaga tradisi tersebut.

“Ini kegiatan yang memang sudah turun-temurun yang kita lestarikan bersama,” ujarnya.

Ia juga menilai kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan pasca-Ramadan.

“Setelah kita beribadah di bulan suci Ramadan 30 hari berpuasa sama-sama kita saling bermaaf-maafan. Kemudian juga berbagi kebahagiaan dengan kita berbagi ketupat,” tambahnya.

Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat yang terus berubah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.