TRIBUNJATENG.COM - Beberapa wilayah di Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah diterpa fenomena hujan es pada Sabtu (38/3/2026).
Butiran es itu jatuh dari langit disertai hujan lebat dan petir.
Peristiwa ini terjadi di kawasan dataran tinggi hingga lereng pegunungan dan berlangsung dalam durasi cukup singkat namun intens.
Baca juga: Warga Kejajar Ceritakan Detik-Detik Hujan Es Terjadi di Wonosobo
Baca juga: BREAKING NEWS: Hujan Es Guyur Beberapa Wilayah Wonosobo
Hujan es yang berjatuhan sebesar kerikil.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, membenarkan adanya laporan hujan es yang terjadi di beberapa titik.
Ia mengatakan, berdasarkan pantauan relawan di lapangan, hujan es muncul bersamaan dengan hujan deras dan petir.
“Berdasarkan laporan dari relawan, terjadi hujan lebat disertai petir dan butiran es di sejumlah wilayah, khususnya kawasan Kecamatan Kejajar hingga Dieng dan juga wilayah Kecamatan Kertek,” ujar Sabarno melalui sambungan telepon pada Sabtu (28/3/2026).
Menurut dia, fenomena ini terpantau mulai terjadi sekitar pukul 11.50 WIB hingga 12.15 WIB.
Di beberapa lokasi, hujan es membuat warga terkejut dengan fenomena alam yang jarang terjadi ini.
Sabarno menjelaskan, tim TRC BPBD Wonosobo terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah rawan, terutama di kawasan pegunungan seperti lereng Gunung Sindoro.
“Untuk wilayah Kertek, hujan es terpantau di daerah lereng Sindoro, seperti Candiyasan, Damarkasihan, Tlogomulyo atau Bedakah, Kapencar, hingga Reco,” jelasnya.
Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Kejajar, hujan es dilaporkan terjadi di kawasan Tambi hingga dataran tinggi Dieng Plateau.
Meski fenomena ini sempat membuat warga panik dan menjadi perbincangan di media sosial, Sabarno memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat hujan es tersebut.
“Alhamdulillah, sementara ini belum ada laporan kerusakan akibat hujan es maupun cuaca ekstrem yang terjadi siang tadi,” katanya.
Namun demikian, dampak lain dari hujan deras itu menyebabkan banjir di ruas jalan provinsi di Desa Jengkol, Kecamatan Garung.
Saluran air di lokasi itu meluap hingga menggenangi badan jalan.
“Luapan terjadi karena saluran air tidak mampu menampung debit air yang cukup deras saat hujan turun,” tambah Sabarno.
BPBD Wonosobo juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi hingga pukul 14.30 WIB.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan bencana seperti lereng pegunungan dan daerah aliran sungai, agar tetap waspada,” tegasnya.
Daftar desa terdampak hujan es di Kabupaten Wonosobo:
Kecamatan Kertek Candiyasan Damarkasihan Tlogomulyo/Bedakah Kapencar Reco
Kecamatan Kejajar Tambi Kawasan Dieng. (*)
Sumber: kompas.com