TRIBUNNEWS.COM - Balapan F1 GP Jepang yang digelar di Sirkuit Suzuka pada Minggu (29/3/2026) nampaknya tak akan menjadi milik tim Red Bull.
Padahal Red Bull, khususnya diwakili Max Verstappen, punya cerita indah di Suzuka dalam 4 tahun terakhir.
Verstappen adalah juara 4 tahun beruntun di series ini sebelumnya.
Namun berkaca dari hasil kualifikasi, akan sangat berat bagi Verstappen meneruskan dan mengulangi apa yang ia capai selama 4 musim terakhir.
Pembalap asal Belanda ini hanya bisa menempati peringkat ke-11 pada saat start nanti.
Torehannya itu bahkan lebih buruk dari rekan setimnya, Isack Hadjar yang mampu masuk 10 besar.
Meski demikian, kedua pembalap Red Bull ini sama-sama menjalani GP Jepang dengan kurang maksimal.
Mereka seperti kesulitan mengendalikan laju jet darat RB22 yang mereka kendarai.
Baca juga: Back to Back Pole di F1 GP Jepang 2026, Kimi Antonelli Pimpin Dominasi Mercedes di Suzuka
Verstappen bahkan langkahnya terhenti di sesi Kualifikasi 2 lantaran tak memenuhi syarat waktu.
Sedangkan Hadjar memang berhasil melenggang hingga Kualifikasi 3.
Namun langkahnya juga tak terlalu meyakinkan bagi ukuran pembalap Red Bull.
Begitupun dengan settingan mobilnya yang masih tak karuan.
Verstappen masih mencoba menemukan cara terbaik untuk mengangkat prestasi timnya ini.
"Mobilnya tidak pernah berbelok sempurna di tengah proses itu," terang Verstappen.
"Saat memasuki tikungan, mobilnya malah oversteer terlalu berbelok."
"Ini benar-benar sulit untuk dikendarai, tak bisa diprediksi," sambungnya.
Secara umum, tanggung jawab Verstappen dan Hadjar sebagai pembalap telah dilaksanakan.
Mereka tetap berjuang keras meskipun mobil yang mereka gunakan belum bisa bersaing dengan tim seperti Mercedes dan Ferrari.
Bahkan untuk bersaing dengan tim seperti Alpine, Haas, dan Racing Bulls saja mereka kesulitan.
Hal itu nampak dari papan klasemen F1 saat ini yang menempatkan Verstappen sebagai pembalap utama Red Bull berada di bawah driver-driver tim tersebut.
Ia kalah saing dari pembalap Haas, Oliver Bearman yang punya poin lebih banyak darinya.
Demikian pula dengan Pierre Gasly yang untuk sementara mengasapi Verstappen juga di papan klasemen.
Raihan poinnya bahkan sama seperti salah satu anggota tim satelit Red Bull, Racing Bulls.
Poinnya sama dengan Liam Lawson yang mengoleksi 8 poin.
Hal tersebut seharusnya menjadi tamparan bagi Red Bull untuk segera membenahi RB22.
Memang kalender balapan 2026 sudah berjalan beberapa seri.
Namun perbaikan tetap bakal memperbaiki peruntungan mereka ke depan.
Pasalnya masih ada banyak balapan tersisa yang bisa menghasilkan poin lebih banyak dengan perbaikan di berbagai lini.
Red Bull semestinya bisa melakukannya dengan besarnya nama yang mereka usung.
Sumber dana dan daya tarik lainnya juga mestinya tak menjadi masalah bagi mereka.
Dengan itu, mereka diharapkan bisa segera membangun mobil yang lebih kompetitif sebelum tertinggal lebih jauh dari Mercedes atau Ferrari.
(Tribunnews.com/Guruh)