Menteri Bahlil Pastikan Pasokan Energi Stabil di Masa Arus Balik Lebaran
Content Writer March 28, 2026 09:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi pasokan energi di SPBU 35i Rest Area 519B, Sragen, serta SPBU 44.577.09 Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memastikan bahwa ketersediaan energi nasional tetap terjaga selama periode Hari Raya Idulfitri 2026/1447 H, terutama dalam menghadapi arus balik mudik.

"Kami mengecek tentang ketersediaan BBM, baik itu solar maupun bensin, termasuk SPKLU, pengisian untuk kendaraan listrik, dan juga beberapa pembangkit listrik. Alhamdulillah, kami dapat melaporkan bahwa atas kerja sama tim dan kerja sama dari masyarakat, Satgas di sektor ESDM, mulai dari 10 hari sebelum Hari Raya sampai dengan sekarang, Alhamdulillah berjalan baik," ujar Bahlil kepada awak media di SPBU Bolon, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Menteri Bahlil Lepas 1.496 Peserta Mudik Bersama Sektor ESDM 2026

Bahlil menyampaikan bahwa Kementerian ESDM menjamin kebutuhan masyarakat, khususnya ketersediaan BBM dan LPG, tetap terpenuhi selama periode mudik hingga arus balik Idulfitri. Dengan demikian, masyarakat dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman dengan rasa tenang dan nyaman.

Tak hanya itu, sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto, Bahlil juga menegaskan bahwa Pemerintah tetap menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional, di tengah ketidakstabilan pasokan BBM dunia yang terganggu akibat perang di Timur Tengah. Bahlil mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan tetap menggunakan energi dengan bijak.

"Perintah Bapak Presiden untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak dari semua negara. Kemudian optimalkan semua energi yang kita miliki. Harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia, bahwa solar kita Insya Allah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi, clear. BBM berbentuk bensin, sebagian 50 persen kita masih impor, sebagian kita dalam negeri. Tetapi kita sudah mencari alternatif-alternatifnya, termasuk crude (minyak mentah)-nya," tegas Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dari masyarakat, dengan cara memanfaatkan energi yang ada secara bijak.

"Kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak, jangan (LPG) kompornya boros. Kemudian SPBU ini bukan untuk industri, jadi tolong dipakai dengan bijaksana. Karena ini kita harus betul-betul meminta bantuan rakyat untuk kita bersama-sama dalam memakai energi yang bijaksana," tandasnya.

Baca juga: Bahlil Lahadalia Dorong Percepatan Proyek Masela, Investasi Capai USD20 Miliar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.