TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gerbang Tol Purwomartani, di Kalasan, Kabupaten Sleman, yang telah dibuka untuk arus mudik- balik Idul Fitri 1447 H/2026 sempat ditutup sementara akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, pada Sabtu (28/3/2026).
Penutupan bersifat situasional dan dilakukan demi menjaga keselamatan pemudik yang melintas. Mengingat, ruas tol fungsional ini belum dilengkapi lampu penerangan.
Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Arfita Dewi mengonfirmasi penutupan sementara Gerbang Tol Purwomartani tersebut. Menurutnya penutupan berlangsung 90 menit atau 1.5 jam.
"Kurang lebih 1.5 jam. (Ditutup) sekitar jam 13.30 sampai dengan 15.00 WIB," ujarnya.
Setelah hujan mereda dan dianggap aman untuk dilewati, gerbang tol di Kalasan ini kembali dibuka untuk pemudik yang melintas dijalur tersebut.
Kebijakan penutupan situasional ini juga sempat dilakukan pada dua hari sebelumnya yaitu Jumat (27/3) dan Kamis (26/3) dengan pertimbangan sama yaitu hujan deras demi menjaga keselematan pengendara.
Selama arus mudik dan balik ini, gerbang Tol Purwomartani menjadi titik penting sebagai jalur pemudik yang meninggalkan wilayah DIY.
Pada Sabtu (28/3) ini berdasarkan data counting pukul 06.00-18.00 WIB, total akumulasi kendaraan masuk (entrance) mencapai 8.771 kendaraan dalam waktu 12 jam.
Data counting menunjukkan Purwomartani tercatat sebagai gerbang tol dengan volume Entrance tertinggi dibandingkan gerbang tol lain seperti Banyudono (4.248 kendaraan), Polanharjo (4.560, Klaten (1.976) dan gerbang Prambanan (4.827 kendaraan).
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi mengamini bahwa Gerbang Tol Purwomartani menjadi salah satu titik favorit wisawatan yang berkendara meninggalkan kota Yogyakarta pada lebaran tahun ini.
Kehadiran ruas tol fungsional ini turut membantu arus kendaraan di Jalan arteri Jogja- Solo. Mengingat ruas jalan Jogja-Solo diprediksi menjadi salah satu titik yang berpotensi mengalami kepadatan pada puncak arus balik akhir pekan ini.
"Titik potensi kerawanan, jalur yang cukup rawan ya di Jalan Solo, dari Bandara sampai titik masuk tol Purwomartani. Itu titik yang crowdeed. Kalau yang Tempel malah relatif terkendali," ujar dia.(*)