Tampil Gemilang di Timnas Indonesia, Begini Proses Latihan Doni Tri Pamungkas di Boyolali Sejak SD
rival al manaf March 28, 2026 11:54 PM

TRIBUNJATENG.COM – Sosok Dony Tri Pamungkas menjadi sorotan saat Timnas Indonesia sukses menaklukkan Saint Kitts and Nevis 4-0 pada laga FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026).

Pemain termuda di starting line up timnas itu tampil sangat percaya diri di posisi bek sayap kiri.

Posisi itu biasanya ditempati nama-nama pemain yang berlaga di Eropa seperti Dean James hingga Calvin Verdonk.

Namun, Dony tak tampak terbebani bahkan dengan tugas sebagai eksekutor sepak pojok.

Baca juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis FIFA Series 2026, Gaya Baru Herdman

Baca juga: Link Live Streaming FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Vs Saint Kitss-Nevis

Terbukti pemain asal Boyolali itu bahkan mencatatkan satu assist di laga itu.

Penampilan itu bukan kebetulan.

Disiplin latihan fisik sejak dini menjadi kunci kesuksesan pemain asal Boyolali tersebut. 

Setiap pagi dan sore, Dony berlari dan berenang di Umbul Pengging, membangun stamina dan ketahanan yang makin intens saat ia memasuki bangku SMP.

Dony, yang lahir dan besar di Dukuh Tegalrejo, RT 08, RW 02, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, tidak sendiri menapaki jalan ini.

Ari Dwi Santoso, kakak Dony yang juga mantan pemain timnas era 2010-2012, menjadi pelatih pertama dan motivator terbesar.

Sang kakaklah yang menggemblengnya, membentuk mental dan disiplin yang kini membawanya ke tim nasional.

Awal Karier dan Latihan Sejak SD
 
Sejak SD, Dony sudah masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Pandanaran.

Latihan fisik rutin dilakukan setiap pagi dan sore, mulai dari lari hingga berenang.

Ketekunan itu meningkat saat ia masuk bangku SMP, alumni SMPN 3 Teras ini terus memperkuat fisik dan skill sepak bolanya. 

Dony juga aktif mengikuti turnamen desa, tarkam, dan kompetisi lokal.

Meski berasal dari keluarga sederhana, tinggal bersama sang ibu yang sehari-hari berjualan es degan, Dony tetap fokus dan gigih. 

"Memang dulu sering latihan di Lapangan desa sini. Dari kecil sudah kelihatan suka sepak bola.

Lalu dilatih kakaknya yang juga pernah jadi anggota Timnas.

Tiap pagi sama sore, pasti bocahnya (Dony) sudah latihan di lapangan. Rutin dia lari sambil narik ban itu," kenang tetangga Dony, Widiantoro, beberapa waktu lalu.

Ketekunan Dony membawanya ke Jakarta, berhasil lolos Persija U16, melanjutkan SMA di Ibu Kota, dan kini menjadi mahasiswa di UTP Surakarta.

Dengan latihan disiplin yang terus dijaga, Dony menembus timnas U19 dan U23, membuktikan bahwa latihan fisik rutin sejak dini dan bimbingan kakak menjadi fondasi utama kesuksesannya.

Rendah Hati di Tengah Prestasi

Meski sukses di klub dan timnas, Dony tetap rendah hati. Widiantoro menambahkan setiap lebaran Dony pulang ke rumah nyekar di makam bapaknya.

"Tiap pulang selalu srawung sama teman-teman kecilnya. Orangnya biasa saja, kan dari kalangan orang biasa juga.

Jadi pulang ya nongkrong sama kami di Hik, biasa saja dia, ya gojekan (Bercandaan) biasa," tutur Widiantoro. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.