WNA Singapura Dibunuh hingga Dicor di Cilacap, Keluarga Sebut Sudah Ditinggal Istri Selama 15 Tahun
Irwan Wahyu Kintoko March 28, 2026 10:30 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penemuan mayat warga negara asing asal Singapura di Sungai Citanduy, Cilacap, Jawa Tengah, masih menyisakan duka bagi keluarga korban. 

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban berinisial SS (80) itu diketahui telah ditinggal istrinya meninggal sejak 15 tahun lalu.

"Keseharian dia biasa saja," kata salah satu keluarga yang menolak menjelaskan identitasnya kepada Warta Kota, Sabtu (28/3/2026).

Sebelumnya, SS dilaporkan hilang di Jakarta setelah menjenguk kakaknya berusia 93 tahun yang sedang sakit.

Baca juga: Lansia WNA Singapura Tinggal di Tanah Abang Jakpus Dibunuh hingga Dibuang di Sungai Citanduy Cilacap

"Korban menetap di Singapura, saat datang ke Jakarta, tinggalnya di Tanah Abang," ucapnya.

Korban diketahui tidak memiliki rumah di Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Kasus penemuan mayat yang mengapung di Sungai Citanduy, Cilacap, akhirnya terkuak.

Polisi memastikan korban merupakan warga negara asal Singapura yang menjadi korban pembunuhan berencana dengan modus jasad dicor untuk menghilangkan jejak.

Baca juga: Wanita Muda Diduga Coba Bunuh Diri di Depan Istana Merdeka Jakarta, Polisi Ungkap Motif Depresi

Peristiwa ini menghebohkan warga di wilayah Sungai Citanduy, di Wanareja, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026).

Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, mengatakan, identitas korban dipastikan setelah dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian di Jakarta.

"Dari hasil koordinasi, kami menemukan kecocokan antara korban dengan laporan orang hilang di Jakarta," kata Budi Adhy Buono, Sabtu (28/3/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan dan barang bukti yang dikumpulkan, Polresta Cilacap mengungkap pelaku pembunuhan.

Baca juga: Kasus Anak Bunuh Ayah Kandung di Karawang, Pelaku Sakit Hati terhadap Sikap Kasar Korban

Dua pelaku berinisial H dan K diamankan pada Rabu (25/3/2026) pukul 21.00 WIB di Cilacap.

Satu pelaku lain berinisial A masih dalam pengejaran dan diduga sebagai otak kejahatan.

"Kami menangkap dua pelaku, satu pelaku lainnya yang diduga sebagai otak kejahatan masih dalam pencarian," kata Budi Adhy.

Dalam aksi tersebut, pelaku H berperan sebagai eksekutor yang melakukan kekerasan terhadap korban menggunakan batang bambu.

Baca juga: Terkuak Motif Anak Bunuh Ayah Kandung Pegawai Peruri di Karawang, Dipicu Mimpi Buruk dan Dugaan KDRT

Sementara pelaku K membantu dengan membekap mulut korban agar tidak berteriak.

Setelah korban tidak berdaya, tubuhnya dililit lakban, kemudian dibungkus menggunakan kain sprei dan plastik sebelum dilapisi adonan semen hingga mengeras.

"Motifnya cemburu, korban suka dengan pacar A alias E yang kini DPO (Daftar Pencarian Orang)," kata Budi Adhy.

Pelaku telah merencanakan matang aksi ini hingga menyewa rumah di Sukabumi sebagai lokasi eksekusi.

Baca juga: Alasan Pelaku Bunuh Terapis Spa di Kamar Kos di Bekasi, Cemburu Istri Sirinya Dekat dengan Pria Lain

"Tersangka menyewa rumah tersebut baru satu bulan, sudah direncanakan untuk pembunuhan," ucap Budi Adhy.

Korban diduga diajak ke lokasi tersebut dengan dalih bertemu perempuan yang disukainya, namun justru menjadi korban pembunuhan.

Kronologi 

Peristiwa pembunuhan terjadi pada 16 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.

Setelah korban tewas, jasadnya sempat dibawa berkeliling sebelum akhirnya dibuang ke Sungai Citanduy.

"Setelah dieksekusi, korban sempat dibawa berkeliling sebelum akhirnya dibuang di Sungai Citanduy," jelas Budi.

Kasus ini terungkap setelah warga menemukan jasad korban mengapung pada 20 Februari 2026 di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Saat ditemukan, kondisi korban telah terbungkus sprei dan plastik serta dilapisi semen.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 459 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. (m31)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.