TRIBUNMANADO.CO.ID,TOMOHON- Pelaksanaan ujian psikologi menyisakan cerita bagi peserta.
Ternyata ujian tersebut tak hanya sekadar ujian bagi mereka.
Namun mereka harus persiapkan semuanya dengan baik.
Baca juga: Kisah Calon Vikaris GMIM Ikuti Ujian Psikologi di Tomohon Sulut, Ngaku Sudah Bersiap Sejak Lama
Total ada 1.182 calon vikaris pendeta GMIM di Kota Tomohon, Jumat (27/3/2026) yang ikut.
Ini menjadi momen pembuktian kesiapan para peserta.
Di balik pelaksanaan yang berlangsung di tiga lokasi, tersimpan cerita perjuangan dari para calon vikaris yang telah mempersiapkan diri sejak jauh hari.
Termasuk mengikuti pembelajaran secara online.
Salah satu peserta, Lukas saat ditemui di Aula Inspirasi, mengaku sudah mulai mempersiapkan diri sejak beberapa bulan terakhir.
Ia memanfaatkan berbagai platform pembelajaran daring untuk melatih kemampuan menghadapi soal psikotes.
“Sudah lama saya persiapan. Bahkan ikut belajar online supaya lebih siap saat ujian seperti ini,” ungkapnya saat di wawancara di sekitar lokasi ujian di Aula Inspirasi Tomohon.
Ia menambahkan, materi yang dipelajari tidak hanya seputar logika dan kepribadian.
Baginya, ini adalah latihan konsentrasi dan manajemen waktu saat mengerjakan soal.
"Kalau tidak persiapan dengan benar, pasti susah juga menjawab," Ujarnya
Sisilia Rompas, Peserta lainnya juga mengungkapkan hal serupa.
Menurutnya, ujian psikologi bukan sekadar mengisi soal, tetapi juga menguji kesiapan mental dan ketenangan dalam berpikir.
“Saya coba biasakan diri latihan soal-soal psikotes dari internet. Tujuannya supaya tidak kaget saat ujian dan bisa mengatur waktu dengan baik,” katanya.
Meski sempat merasa tegang, keduanya mengaku lebih percaya diri karena telah melakukan persiapan matang.
Mereka berharap hasil yang diperoleh dapat mencerminkan usaha yang telah dilakukan.
Pelaksanaan ujian psikologi ini sendiri menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi calon vikaris pendeta GMIM.
Baik dari segi intelektual maupun mental, sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya. (PET)