Tersangka Pembunuh Staf Bawaslu OKU Selatan Serahkan Diri, Barang Bukti Dibuang di Bandara
Kharisma Tri Saputra March 28, 2026 11:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Tersangka pembunuhan staf Bawaslu OKU Selatan, Maria Simaremare (38), berhasil diamankan setelah menyerahkan diri ke Mapolsek Sukarami, Palembang.

Saat ini, tersangka menjalani pemeriksaan intensif di Unit 5 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Sabtu (28/3/2026).

Tersangka diketahui bernama Suharlan (34), yang merupakan kekasih korban.

Sebelum insiden berdarah tersebut terjadi, tersangka sempat menginap selama beberapa hari di rumah kontrakan korban.

OLAH TKP -- Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kontrakan korban di Perumahan Bukit Berlian, Muaradua, OKU Selatan, Rabu (25/3/2026). Korban, seorang staf Bawaslu, ditemukan meninggal dunia dengan luka di bagian leher dan kasusnya kini dalam penyelidikan.
OLAH TKP -- Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah kontrakan korban di Perumahan Bukit Berlian, Muaradua, OKU Selatan, Rabu (25/3/2026). Korban, seorang staf Bawaslu, ditemukan meninggal dunia dengan luka di bagian leher dan kasusnya kini dalam penyelidikan. (Dokumen/Polres OKU Selatan)

Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston Sinaga, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai penyerahan diri tersangka di Polsek Sukarami setelah mengakui perbuatannya terhadap Maria Simaremare.

"Dalam interogasi singkat, tersangka mengakui bahwa benar dirinya yang telah melakukan pembunuhan tersebut," ujar Aston.

Barang Bukti dan Kronologi Pelarian

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa ponsel milik korban.

Dalam pengembangan interogasi, tersangka juga mengaku telah membuang dompet korban di sekitar area masjid Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

"Dompet korban sudah ditemukan. Isinya masih lengkap, terdapat kartu identitas berupa KTP, SIM, dan kartu ATM," jelasnya.

Selain itu, tersangka mengakui telah menyembunyikan sepeda motor dan laptop milik korban di sebuah rumah kosong yang berlokasi di Desa Karang Lantang, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU.

Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan awal di Mapolda Sumsel, rencananya tersangka akan segera dibawa ke Mapolres OKU Selatan untuk proses hukum lebih lanjut dan rekonstruksi kejadian di tempat kejadian perkara (TKP).

Kronologi Jenazah Ditemukan

Korban diketahui merupakan staf Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan dan tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang merasa curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas sejak sehari sebelumnya dan tidak merespons saat dipanggil.

Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam kamar. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres OKU Selatan bersama Polsek Muaradua dan Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan serangkaian tindakan kepolisian.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, membenarkan adanya peristiwa penemuan jasad tersebut.

“Betul, ada kejadian penemuan mayat perempuan di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, Kecamatan Muaradua,” ujarnya saat dikonfirmasi jurnalis Tribunsumsel.com dan Sripoku.com pada Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, petugas langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP dan pendataan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi.

Selain itu, jenazah korban juga telah dievakuasi ke RSUD Muaradua guna dilakukan pemeriksaan medis melalui visum et repertum (VER).

“Langkah-langkah yang kami lakukan di antaranya mendatangi TKP, mengamankan dan memasang police line, melakukan olah TKP, mencatat identitas saksi, membawa korban ke RSUD, serta menghubungi pihak keluarga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengungkapkan bahwa dari hasil pengamatan awal secara kasat mata, ditemukan adanya luka di bagian leher korban.

“Secara kasat mata memang ada luka di bagian leher korban yang diduga akibat sayatan benda tajam,” ungkap AKBP I Made Redi Hartana.

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian korban, termasuk perkiraan waktu kematian.

“Untuk penyebab kematian maupun sudah berapa lama korban meninggal, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit,” tambahnya.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi serta menunggu hasil visum guna mengungkap secara pasti penyebab kematian korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.