Pemudik Kaget Dipalak di Tanah Abang, Tiga Pria Meminta Bayaran ‘Uang Kawal’
Glery Lazuardi March 29, 2026 12:17 AM

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, kaget ketika tiba-tiba dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dengan dalih meminta “uang kawal” atau “uang wilayah”, para pelaku memaksa Arif menyerahkan uang dan merampas kartu e-money miliknya, disertai ancaman kekerasan.

Aksi pemalakan ini pun viral di media sosial.

Baca juga: Polisi Gerebek Hotel di Tanah Abang, Ringkus Dua Pria Paruh Baya dan Sita 3 Kg Ganja

Pengakuan Pemudik Dipalak di Tanah Abang

Aksi pemalakan terhadap pemudik terjadi di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan menjadi viral di media sosial pada Sabtu (28/3/2026).

Korban bernama Arif, pemudik asal Pandeglang, mengaku kaget saat didatangi tiga pria tak dikenal pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, ia tengah menepi di pinggir jalan untuk membuka aplikasi penunjuk arah.

Arif menjelaskan, dirinya baru saja pulang mudik dari Pandeglang dan hendak kembali ke Bandung. Namun situasi mendadak berubah ketika tiga pria menghampirinya.

"Saya kebetulan abis mudik dari Pandeglang pulangnya mampir dulu, nah pas mau ke Bandung saya set maps dulu, tahu-tahu disamperin sama mereka dan ujug-ujug minta uang," katanya.

Menurut Arif, ketiga pelaku berusia sekitar 30 hingga 40 tahun. Mereka mempermasalahkan pelat nomor kendaraannya yang berasal dari luar Jakarta.

“Mereka mempermasalahkan pelat mobil kami yang luar Jakarta, lalu meminta uang lewat,” ujarnya.

Para pelaku kemudian meminta uang dengan dalih sebagai “uang wilayah” atau biaya keamanan yang harus dibayarkan.

"Katanya sih uang kawal, harus bayar sama yang punya wilayah," lanjutnya.

Tak hanya memaksa meminta uang, salah satu pelaku juga merampas kartu e-money milik Arif yang berada di dashboard mobil.

Saat korban mencoba mengambil kembali kartu tersebut, ia justru mendapat ancaman kekerasan.

“Ketika saya coba ambil lagi e-money saya, mereka ngancam mau mukulin,” kata Arif.

Peristiwa tersebut sempat direkam oleh korban dan diunggah ke media sosial hingga viral, memicu perhatian luas dari masyarakat.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan keamanan di jalanan ibu kota, terutama bagi para pemudik yang melintas atau berhenti di kawasan padat seperti Tanah Abang.

Polisi Tangkap 2 Pemalak Pemudik di Tanah Abang

Aparat kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti kasus pemalakan terhadap pemudik yang viral di media sosial di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pada Sabtu (28/3/2026), polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi premanisme tersebut.

Kedua pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial MN dan N, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

"Pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, tim opsnal Polsek Metro Tanah Abang telah mengamankan diduga pelaku pemalakan yang viral di media sosial," ujar pihak kepolisian.

Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mendalami peran masing-masing dalam aksi pemalakan tersebut.

Polisi juga menegaskan komitmennya untuk memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Pusat.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah seorang pemudik asal Pandeglang menjadi korban pemalakan dengan modus “uang wilayah” saat berhenti di pinggir jalan.

Pihak kepolisian memastikan akan terus memburu satu pelaku yang masih buron serta memproses hukum para pelaku sesuai aturan yang berlaku.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.