TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono melayat ke rumah duka mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono di rumah duka, Jalan Alam Asri VIII Nomor 20, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026) malam.
Pantauan wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti, Hendropriyono terlihat datang dengan mengenakan kaos yang dibalut jaket berwarna abu dan kopiah hitam dengan aksen emas.
Hendropriyono menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya Juwono Sudarsano.
Ia mengenang Juwono sebagai sosok yang berjiwa militan meski berlatarbelakang sipil.
"Saya sangat kehilangan dan beliau menjadi penjuru dulu. Meskipun seorang yang berlatarbelakang sipil penuh tapi jiwanya sangat militan," kata Hendropriyono.
Ia mengaku kagum dengan kiprah Juwono selama berkarir khususnya di pemerintahan.
Baca juga: Keluarga Berharap Dedikasi Eks Menhan Juwono Sudarsono Jadi Inspirasi Bagi Generasi Muda
Jiwa pemimpin yang dimiliki Juwono disebut Hendropriyono sangat terasa.
"Kalau saya sendiri dulu pernah di kabinetnya pak Harto kemudian juga di kabinet reformasi yang saya kira sama dengan teman-teman yang lain, sama-sama Menteri waktu itu mengagumi Juwono Sudarsono sebagai menteri yang pertama kali punya latar belakang sipil murni menjadi menteri pertahanan," ungkapnya.
Menurutnya, sebagai Menhan pada masanya, Juwono disebut Hendropriyono memiliki pengaruh yang sangat besar dan membuat militer Indonesia lebih profesional.
Baca juga: Jenazah Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Akan Dimakamkan di TMP Kalibata Besok
"Artinya bahwa tentara sejak saat beliau menjadi Menteri Pertahanan itu mulai banyak yang berkiprah di intelektual, di bidang akademik sehingga banyak sekali yang menjadi sarjana, Pascasarjana, doktor, profesor termasuk saya adalah pengikut beliau," ucapnya.
Meski begitu, Hendropriyono sangat bersyukur sosok Juwono memberikan warisan pengetahuan yang luar biasa untuk generasi penerus.
"Itu yang merupakan suatu pelajaran kolektif buat kita semua, bahwa belum tentu orang militer punya jiwa militansi seperti beliau dan sangat konsekuen di dalam pola pikir sebagai seorang pemimpin militer," ungkapnya.
"Alhamdulillah kita semua banyak diberi warisan, peninggalan tentang pemikiran beliau," sambung dia.
Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Juwono Sudarsono, meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan pada Sabtu (28/3/2026) siang.
Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit stroke selama empat tahun.
Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (29/3/2026) besok.
Juwono lahir pada 5 Maret 1942, dan meninggal dunia di usia 84 tahun.
Juwono menjabat sebagai Menhan RI di periode 29 Oktober 1999 hingga 26 Agustus 2000, di era pemerintahan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.
Jabatan Menhan kembali dijabatnya di periode 21 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2009, di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.
Dirinya juga pernah menjabat sebagai menteri di era pemerintahan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie.
Yakni sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 23 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.
Dan pada 16 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998, menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup RI.
Juwono juga pernah mengemban tugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya periode 2003–2004, di era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri.