Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Di satu sekolah dasar di Bandar Lampung, seorang siswi kecil menjalani hari-hari seperti anak seusianya. Namun di balik seragam sekolahnya, ia menyimpan mimpi besar dari arena olahraga.
Siswi itu adalah Terfi Meisya. Dari panggung dunia, siswi SD Negeri 2 Sawah Brebes Bandar Lampung baru saja membawa kabar membanggakan bagi Indonesia.
Atlet wushu junior asal Lampung tersebut sukses menyumbangkan medali perak pada ajang 10th World Junior Wushu Championships 2026 yang digelar di Tianjin Olympic Center Gymnasium, Tianjin, Tiongkok.
Terfi yang turun di kategori Girls Children Jianshu tampil memukau di hadapan dewan juri dan berhasil mengumpulkan nilai 8.480.
Skor tersebut menempatkannya di posisi kedua, tepat di bawah atlet asal Macau, Wong Weng Ian, yang meraih medali emas dengan keunggulan tipis di atas Terfi.
Baca juga: Atlet Wushu Gavriel Bryan Raih Medali Emas di ASEAN School Games 2025
Wong Weng Ian hanya unggul sangat tipis yakni 8.496 poin, atau selisih 0,016 poin.
Di posisi ketiga atau medali perunggu diraih oleh atlet Jepang, Hoshino Yuna dengan nilai 8.466.
Sementara posisi keempat ditempati Minh Phuong Nguyen dan posisi kelima diraih Anna Zablock A.
Ketua Umum Wushu Indonesia Provinsi Lampung, Indra Halim mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian atlet muda tersebut.
Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa talenta muda Lampung mampu bersaing di level dunia.
"Terima kasih, pencapaian Terfi memberikan semangat bagi kita semua untuk terus berlatih dan mengejar prestasi nasional maupun internasional," ujar pria yang akrab disapa Abun, Sabtu (28/3/2026).
"Tentu Pengprov Wushu Lampung menyampaikan apresiasinya kepada atlet, pelatih, serta orang tua atlet yang telah memberikan sumbangsih besar sehingga bisa mencapai prestasi ini," lanjutnya.
Kejuaraan dunia yang berlangsung pada 23–31 Maret 2026 ini diikuti lebih dari 1.100 peserta dari 78 negara.
Tim Nasional Indonesia sendiri mengirimkan 24 atlet terbaiknya, termasuk Terfi, sebagai bagian dari proses seleksi dan persiapan menuju Youth Olympic Games Dakar 2026.
Dalam kejuaraan tersebut, Terfi merupakan salah satu dari 14 atlet disiplin Taolu dan 10 atlet Sanda yang dipilih oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia.
Keberhasilannya di kategori Junior C menjadi suntikan motivasi bagi kontingen Merah Putih yang tengah berjuang membawa pulang prestasi terbaik dari Negeri Tirai Bambu.
Indra Halim menambahkan, keberhasilan Terfi di bawah bimbingan pelatih Ardyan Mahaddi ini juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang menuju PON XXIII 2032, di mana Lampung akan bertindak sebagai tuan rumah.
"Tahun 2032 Lampung menjadi tuan rumah PON. Diharapkan beberapa atlet Wushu Lampung di kategori anak-anak ini sudah masuk di kategori junior atau senior saat itu," kata Abun.
"Semoga prestasi ini memacu adrenalin atlet lain untuk berlatih lebih keras lagi agar bisa menjadi penyumbang medali bagi Lampung," lanjutnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)