BOLASPORT.COM - Timnas Italia siap-siap menghadapi atmosfer neraka saat bertandang ke Bosnia-Herzegovina pada final play-off Piala Dunia 2026.
Kedua tim memperebutkan tiket kelolosan menuju Piala Dunia 2026 dari Path A Zona Eropa, Selasa (31/3/2026).
Timnas Italia akan bertandang ke Stadion Bilino Polje, Zenica, markas Bosnia-Herzegovina.
Pertemuan itu sudah dibumbui 'dendam' yang disimpan kubu Bosnia.
Hal ini lantaran sejumlah awak Italia diduga meremehkan Edin Dzeko dkk saat merayakan kemenangan Bosnia atas Wales di semifinal (26/3/2026).
Pada hari yang sama, Italia melibas Irlandia Utara 2-0 dan lebih dulu menyelesaikan laga di Bergamo.
Di tempat lain, Cardiff, Bosnia kudu melalui adu penalti sehingga pertandingannya kelar belakangan.
Sebuah video yang memperlihatkan awak Gli Azzurri, termasuk Federico Dimarco, Francesco Pio Esposito, dan Guglielmo Vicario, menjadi viral karena mereka tampak bahagia Bosnia yang akan menjadi lawan di final.
Soal momen tersebut, legenda Bosnia yang baru pensiun Desember lalu, Miralem Pjanic, turut merespons.
"Jujur, saya tidak memhamami reaksi mereka. Bosnia menanti mereka dengan tangan terbuka," ujar pria 35 tahun, dikutip BolaSport.com dari Sportmediaset.
"Kita lihat bagaimana akhirnya. Italia adalah Italia, dan kami sangat menghormati mereka."
"Namun, mereka harus pandai mengendalikan bola di lingkungan yang buruk.," kata eks gelandang AS Roma, Juventus, dan Barcelona.
Lingkungan buruk yang dimaksud ialah arena di Zenica, Bilino Polje.
Siap-siap Gli Azzurri menghadapi teror publik tuan rumah yang dipastikan bakal habis-habisan memberi energi bagi Dzeko dkk.
"Di Bosnia, kami akan menganggapnya sebagai peristiwa bersejarah. Seluruh negara akan berhenti sejenak selama beberapa jam," lanjut Pjanic.
"Tiga juta orang akan mendukung tim kami. Ini akan menjadi kebisingan yang belum pernah terjadi sebelumnya di stadion."
"Sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya. Kalian akan terkejut dengan gairah kami."
"Kami akan meledak-ledak seperti kembang api, tidak akan menyenangkan bagi orang Italia berada di sana."
"Selama sembilan puluh menit, atau mungkin lebih, ini bukan sekadar pertandingan sepak bola, ini akan menjadi pertarungan olahraga," ancamnya.
Seperti halnya Italia, timnas Bosnia-Herzegovina tak pernah lagi lolos ke Piala Dunia sejak edisi 2014.
Turnamen di Brasil kala itu merupakan satu-satunya partisipasi Sang Naga sejauh ini.