Pertama, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, optimistis Event Pacu Kudo Padang Pariaman 2026 mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat secara luas.
Event tersebut digelar di gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (28/3/2026).
Kedua, seorang pemuda meninggal dunia akibat tenggelam di embung irigasi Jorong Lasuang Batu, Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, pada Jumat (27/3/2026) sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPadang.com, diduga korban tenggelam saat melakukan siaran langsung melalui aplikasi TikTok.
Ketiga, kebakaran hebat melanda Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (28/3/22026). Pemadaman dibantu petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Kabupaten Limapuluh Kota, Budi Sanjaya, saat dihubungi TribunPadang.com.
Selengkapnya simak di bawah ini:
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, optimistis Event Pacu Kudo Padang Pariaman 2026 mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat secara luas.
Event tersebut digelar di gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menjadi indikator kuat meningkatnya dampak ekonomi dari kegiatan tersebut.
Baca juga: Cerita Pengunjung Pacu Kuda Padang Pariaman: Rela Menginap Demi Hobi dan Hiburan Keluarga
Bahkan, ia menyebut jumlah pengunjung tahun ini diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Target kami minimal 35 ribu pengunjung. Tahun lalu itu sekitar 30 ribu orang yang hadir," ujar John Kenedy Azis kepada TribunPadang.com.
Ia menilai, lonjakan jumlah pengunjung tersebut akan berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Padang Pariaman.
"Dengan banyaknya masyarakat yang datang tentu akan mengangkat perekonomian warga, terutama pelaku UMKM," jelasnya.
Selain itu, ia mengungkapkan kesuksesan penyelenggaraan event ini juga tidak lepas dari dukungan para perantau asal Padang Pariaman.
"Kami sangat berterima kasih kepada para perantau. Berkat dukungan mereka acara ini bisa terlaksana dengan baik. Apalagi kegiatan ini kita gelar saat momentum perantau pulang kampung," katanya.
Baca juga: Hujan Ringan Tak Halangi Warga Padati Gelanggang Pacu Kudo Padang Pariaman 2026
Menurutnya, kehadiran para perantau juga ikut mendorong meningkatnya perputaran uang di daerah.
Ia pun mengaku optimistis perputaran ekonomi selama event berlangsung akan cukup besar.
Dalam event Pacu Kudo 2026 ini, sebanyak 76 kuda turut ambil bagian dalam berbagai kelas perlombaan.
"Peserta tahun ini lebih banyak dibandingkan sebelumnya dan kita sangat siap menyelenggarakan event ini," tutupnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, turut mengapresiasi penyelenggaraan event tahunan tersebut.
Menurutnya, pacu kuda tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
"Banyak dampak dari pacu kuda ini, salah satunya meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Mahyeldi usai membuka acara.
Ia juga berharap event ini mampu melahirkan bibit-bibit kuda unggulan asal Sumbar yang bisa berprestasi di tingkat nasional.
Mahyeldi menyebut, saat ini sudah ada pengusaha yang mulai berinvestasi untuk meningkatkan kualitas kuda di daerah tersebut.
"Ada pengusaha yang membeli induk kuda dari Amerika, harapannya bisa memperbaiki kualitas kuda-kuda kita di Sumbar," jelasnya.
Menurutnya, selama ini kuda asal Sumbar dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.
"Banyak pencinta kuda dari berbagai daerah mencari dan memesan kuda ke Sumbar," tegasnya.
Mahyeldi pun berharap event pacu kuda di Padang Pariaman dapat terus digelar secara rutin setiap tahun.
"Mudah-mudahan ini terus berlanjut dan pemerintah akan tetap memberikan dukungan," katanya.
Di sisi lain, ribuan pengunjung tampak memadati lokasi acara meski cuaca kurang bersahabat.
Antusiasme warga tetap tinggi untuk menyaksikan Event Pacu Kudo Padang Pariaman 2026 yang digelar selama dua hari, hingga Minggu (29/3/2026).
Pantauan TribunPadang.com, acara dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah.
Kedatangan tamu undangan disambut dengan tarian pasambahan dan tambua tansa yang menambah semarak suasana pembukaan.
Acara kemudian diawali dengan penampilan seremonial dua kuda lokal yang disambut meriah oleh para penonton.
Salah seorang pengunjung, Indra (29), warga Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mengaku sudah datang sejak pagi demi menyaksikan event tersebut.
"Sejak pagi datang bersama teman karena memang suka melihat kuda. Jadi sekalian menyalurkan hobi," ujarnya.
Ia bahkan berencana menyaksikan hingga hari kedua.
"Rencana besok juga datang, bahkan ingin menginap supaya bisa menonton sampai selesai," katanya.
Pengunjung lainnya, Aliniar (43), mengaku baru pertama kali menyaksikan pacu kuda secara langsung setelah lama merantau di Medan.
"Ini pertama kali menyaksikan, anak saya juga sangat senang karena belum pernah melihat acara seperti ini sebelumnya," jelasnya.
Selain pertandingan pacu kuda dari berbagai kelas, event ini juga menghadirkan hiburan bagi masyarakat.
Di antaranya penampilan artis Minang Fauzana serta kehadiran aktor nasional Jefri Nichol yang turut menambah kemeriahan acara.
Seorang pemuda meninggal dunia akibat tenggelam di embung irigasi Jorong Lasuang Batu, Nagari Kapau Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, pada Jumat (27/3/2026) sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPadang.com, diduga korban tenggelam saat melakukan siaran langsung melalui aplikasi TikTok.
Berdasarkan video yang beredar, teman korban sempat mencoba memberikan pertolongan, namun tidak berhasil.
Korban sempat dinyatakan hilang tenggelam di dalam embung dan kemudian dilakukan pencarian oleh tim gabungan dibantu masyarakat sekitar.
Wahyu (30) membenarkan adanya satu orang pemuda dilaporkan tenggelam di embung dekat dari rumahnya pada Jumat sore.
"Sebenarnya saya tidak ada di lokasi kejadian. Namun, saat itu sedang scroll TikTok di rumah dan terlihat siaran langsung itu," kata Wahyu, Sabtu (28/3/2026).
Hal yang membuat Wahyu kaget adalah kejadian tersebut berada di dekat rumahnya, dan dia juga mengenal korban yang ada di dalam siaran langsung tersebut.
Baca juga: Arus Lalin Tersendat di Simpang MTsN Ganting Padang Panjang, Polisi: Imbas Bus Menanjak Pelan
Awalnya dia menganggap siaran tersebut hanya sebatas candaan, tetapi tiba-tiba terjadi kepanikan dan siaran langsung terjeda.
Tidak menunggu lama, Wahyu pergi memanggil kakaknya dan berangkat menuju lokasi menggunakan sepeda motor.
Kebetulan saat itu kakaknya juga menonton siaran langsung tersebut, dan kemudian Wahyu dan kakaknya langsung memastikan kejadian tersebut dengan mendatangi lokasi kejadian yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit dari rumahnya.
Terkait apakah ada yang memberikan tantangan saat siaran langsung, Wahyu tidak mengetahui pasti. Hal itu dikarenakan ia menonton sebelum siaran berakhir.
"Kejadiannya ini dekat dari SMA 9 Solok Selatan. Orang yang pertama melaporkan kejadian ini memang saya, tetapi tidak menyaksikan siaran langsung tersebut dari awal," katanya.
Baca juga: 530 Koper Calon Jemaah Haji Tiba di Padang, Distribusi Berdasarkan Kloter
Kata dia, korban bernama Ahmad Frenzi yang berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Hari ini korban sudah dimakamkan. Informasinya korban berhasil ditemukan pada pukul 22.30 WIB dengan kondisi meninggal," sebutnya.
Walaupun sangat jarang ke kawasan embung tersebut, Wahyu menyebut jarang ada masyarakat yang berenang atau mandi-mandi di lokasi tersebut.
Terpisah, Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menyebut menerima informasi dari pelapor bernama Heru terkait adanya warga tenggelam pada pukul 16.29 WIB.
Pukul 16.44 WIB, dikerahkan sebanyak delapan personel dari tim rescue Unit Siaga SAR Solok Selatan menuju ke lokasi kejadian.
"Informasi awal, korban bernama Ahmad Frenzi sedang mandi-mandi bersama temannya di embung. Saat mandi survivor diduga tidak bisa berenang dan tenggelam," ujar Abdul Malik.
Baca juga: Pengakuan Pelaku Pungli Viral di Tepi Pantai Padang hingga Nekat Minta Uang Pengunjung
Kata dia, teman korban sempat melakukan pertolongan, namun karena kondisi air yang dalam sehingga upaya tersebut gagal.
Tim rescue Unit Siaga SAR Solok Selatan sampai di lokasi kejadian pada pukul 17.44 WIB, dan langsung melakukan pencarian.
"Korban berhasil ditemukan pukul 22.30 WIB dengan kondisi meninggal, dan kemudian dievakuasi ke rumah duka. Dikarenakan korban telah ditemukan, operasi SAR ditutup," pungkasnya.
Kebakaran hebat melanda Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Sabtu (28/3/22026). Pemadaman dibantu petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Kabupaten Limapuluh Kota, Budi Sanjaya, saat dihubungi TribunPadang.com.
Kebakaran diketahui terjadi tepatnya di Jorong Simpang Tiga Kenanga, Nagari Sungai Antuan, Kecamatan Mungka.
Budi Sanjaya menyebut kebakaran menghanguskan lima petak rumah toko (ruko) dan tiga unit kendaraan.
Baca juga: Lima Ruko dan Tiga Kendaraan Terbakar di Mungka Limapuluh Kota, Empat Mobil Damkar Dikerahkan
Dalam proses pemadaman, tiga unit armada Damkar Limapuluh Kota dikerahkan, dibantu satu unit dari Damkar Kota Payakumbuh.
Sekitar 25 personel terlibat dalam penanganan, bersama unsur kepolisian, perangkat nagari, PLN, serta masyarakat setempat.
Awalnya, Posko Pemadam Kebakaran Mungka menerima laporan adanya kejadian kebakaran di Nagari Sungai Antuan, sekitar pukul 15.34 WIB.
Tidak menunggu lama, pihaknya langsung mengerahkan armada untuk melakukan pemadaman.
“Unit berangkat pukul 15.35 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.40 WIB,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Baca juga: Pacu Kudo 2026 Jadi Destinasi Liburan Keluarga, Warga: Cuma Bayar Parkir, Jadi Ramah di Kantong
Kata Budi Sanjaya, objek yang terbakar merupakan lima ruko yang berada di kawasan padat penduduk.
Berkat upaya yang dilakukan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.25 WIB setelah dilakukan penanganan intensif oleh petugas.
"Saat ini, kondisi di lokasi kebakaran telah dinyatakan aman dan terkendali," ujarnya.
Sementara kerugian materil akibat kebakaran masih belum dapat ditaksir.
Di sisi lain kata Budi Sanjaya, penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Sedangkan untuk bangunan yang terbakar terdiri dari lima unit toko dengan kondisi empat unit rusak berat dan satu unit rusak riangan.
Kemudian kebakaran juga menghanguskan satu unit mobil dan dua unit sepeda motor.
"Selain lima ruko, satu unit mobil jenis Colt T120 dan dua sepeda motor juga ikut terbakar," ujarnya.(*)