TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jelang waktu subuh, suasana di Jalan Kampung Bugis, RT 23, Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, mendadak geger, Minggu (29/3/2026) waktu subuh. Warga dikejutkan dengan kemunculan seekor ular sanca berukuran cukup besar.
Peristiwa terjadi saat suasana sekitar masih sepi, saat sejumlah warga bersiap menunaikan Salat Subuh.
Ternyata ada ular sanca atau ular piton berada di bawah lantai cor rumah milik Endang Kurniati.
Lokasi keberadaan ular itu cukup sempit. Ular itu sempat bersembunyi di antara perakaran pohon dekat lantai cor.
Adanya pohon di dekat lantai cor,membuat proses evakuasi menjadi cukup sulit.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan pertama diterima pada pukul 04.43 WIB melalui layanan WhatsApp call center.
“Tim langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga. Respons time kami kurang dari 10 menit hingga tiba di lokasi,” ujar Mustari.
Pelapor atas nama Elan Eriska meminta bantuan evakuasi karena keberadaan ular cukup meresahkan warga sekitar.
Tim Regu 3 Pos Alam Barajo kemudian berangkat pukul 04.51 WIB dan tiba di lokasi pukul 04.59 WIB dengan jarak tempuh sekitar 4,9 kilometer.
Operasi dipimpin Adi Khiyoto, SE, dengan kekuatan tiga personel menggunakan armada rescue roda dua.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati ular bersembunyi di bawah lantai cor.
Untuk mengeluarkannya, petugas terpaksa membongkar sebagian lantai menggunakan godam.
Bahkan, pohon di sekitar titik persembunyian juga harus ditebang karena akar-akarnya menjadi tempat ular berlindung.
“Hambatan di lapangan karena ular bersembunyi di bawah lantai dan lokasi sempit, sehingga petugas harus melakukan pembongkaran,” tambah Mustari.
Setelah berhasil ditemukan, ular kemudian dievakuasi menggunakan stik penjepit.
Untuk menghindari hal-hal berbahaya, mulut ular dilakban sebelum akhirnya diamankan.
Diketahui, ular sanca tersebut memiliki berat sekitar 11 kilogram dengan panjang kurang lebih 2,5 meter.
Proses evakuasi berlangsung selama 32 menit dan berjalan aman serta lancar. Tim kemudian kembali ke markas pada pukul 05.53 WIB.
Mustari Affandy menegaskan, dalam setiap operasi, Damkartan Kota Jambi selalu mengedepankan prinsip 5T, yakni Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas, sesuai dengan standar pelayanan yang diatur dalam Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis SPM Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan resmi.
“Masyarakat bisa menghubungi call center Damkar melalui WhatsApp di nomor 0811-7113-113 atau layanan darurat 112. Ini bagian dari program ‘Bahagia’ Pemerintah Kota Jambi untuk memastikan pelayanan cepat, tanggap, dan gratis,” tutupnya.
Dengan adanya layanan ini, diharapkan setiap kejadian darurat, baik kebakaran maupun penyelamatan seperti evakuasi hewan berbahaya, dapat ditangani secara cepat dan profesional demi keselamatan warga. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Rumah Pria di Muaro Jambi Digeruduk sebab Diduga Selingkuh dan Mangkir Sidang
Baca juga: PP Tunas Batasi Anak Main Medsos, Mendikdasmen: Perbanyak Kegiatan Fisik