Jembatan Wih Kanis Tak Kunjung Dibangun
mufti March 29, 2026 11:03 AM

"Hingga saat ini belum ada satu pun material bangunan dan alat berat yang terparkir atau beroperasi di sekitar lokasi yang menjadi urat nadi transportasi warga Mesidah, kemarin janjinya dibangun sebelum lebaran," Hermawansyah, Warga Mesidah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG – Janji tinggal janji, mungkin itulah ungkapan yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Jembatan Wih Kanis, Kabupaten Bener Meriah, saat ini. Harapan masyarakat di 14 kampung di Kecamatan Mesidah untuk dapat melintasi jembatan darurat yang lebih layak sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah ternyata pupus.

Nyatanya, hingga sepekan pascalebaran Idul Fitri, laporan dari warga menyebutkan jika dilokasi belum adanya tanda-tanda pengerjaan.

Padahal, pemerintah sebelumnya sempat melontarkan komitmen untuk segera membangun jembatan darurat demi kelancaran arus mudik dan aktivitas warga, tapi kenyataan di lokasi justru berbicara sebaliknya.

Salah satu warga di Kecamatan Mesidah, Hermawansyah kepada TribunGayo pada Sabtu (28/3/2026), mengaku jika dilokasi jembatan belum ada tanda perbaikan. Padahal janji pemerintah sebelumnya, ​rencana pembangunan jembatan permanen ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 dan jembatan darurat selesai sebelum lebaran.

"Tapi nyatanya hingga saat ini belum ada satu pun material bangunan dan alat berat yang terparkir atau beroperasi di sekitar lokasi yang menjadi urat nadi transportasi warga Mesidah, kemarin janjinya dibangun sebelum lebaran," kata Hermawansyah.

Dikatakan, kondisi jembatan darurat Wih Kanis yang diperbaiki warga secara swadaya pascabencana diakhir tahun 2025 itu, kian hari semakin memprihatinkan. Karena struktur jembatan yang dibuat dari bambu kurang lebih sepanjang 30 meter itu mulai goyah.

Padahal, akses jalan ini menjadi satu-satunya urat nadi ekonomi bagi warga disana, mesti hanya bisa di akses menggunakan roda dua.

"Sedih kita lihatnya, saat lebaran kemarin ratusan warga harus mengantri untuk bisa melaluinya, kita mulai ragu ini bagaimana bisa percaya pada proyek jembatan permanen, jika untuk sekadar menghadirkan jembatan darurat saja tampak masih kesulitan," keluhnya.

Menurut Ilham, berdasarkan hasil pertemuan yang juga dihadiri oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan aparatur kecamatan setempat, disepakati bahwa pembangunan jembatan darurat yang menjadi penghubung utama bagi 14 desa di Kecamatan Mesidah, akan diprioritaskan sebelum Hari Raya Idul Fitri, hal ini untuk menjamin kelancaran mobilitas warga.(b)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.