TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Harga ikan cakalang di pasaran Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, mengalami lonjakan signifikan pasca Lebaran.
Berdasarkan pantauan di Pasar Topoyo, harga ikan cakalang kini berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.
Jauh melonjak dibandingkan harga normal yang biasanya berada di angka Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Baca juga: MBG Mau Dipangkas dari 6 ke 5 Hari Sepekan Menkeu Purbaya Sebut Negara Bisa Hemat Rp40 Triliun
Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Tiket Bus Rp10 Juta di Mamuju Berakhir Damai PO Bus Ganti Kerugian Korban
Pedagang mengungkapkan, kenaikan harga ini disebabkan oleh terbatasnya stok ikan di tengah tingginya permintaan masyarakat.
Masyarakat yang mulai jenuh dengan konsumsi daging usai perayaan Lebaran cenderung beralih mencari ikan segar sebagai lauk.
Agus, seorang pedagang ikan di kompleks Pasar Topoyo, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, membenarkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas ikan.
"Stok sedikit, tapi permintaan tinggi. Makanya harga naik," ujar Agus sembari melayani pembeli ditemui di lapaknya, Minggu (29/3/2026).
Tidak hanya ikan cakalang, harga komoditas ikan lainnya juga ikut merangkak naik.
Ikan turingan iris misalnya, kini dijual dengan harga Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, meningkat tajam dibandingkan harga normal yang berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.
Sementara itu, ikan bolu yang sebelumnya dibanderol Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, kini tembus hingga Rp60 ribu per kilogram.
Meski harga melambung tinggi, masyarakat tetap berburu ikan segar.
Mega, seorang warga yang ditemui di lokasi pasar, mengaku tetap membeli meskipun harus merogoh kocek lebih dalam.
"Sudah jenuh makan daging terus, jadi cari ikan segar," ujar Mega.
Sehingga ia berharap pasokan ikan dari nelayan segera kembali normal dalam waktu dekat sehingga harga dapat berangsur stabil. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah