TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pemerintah Kabupaten Batang Hari melakukan pengukuran mandiri stunting melalui program Gebyar Ibu dan Anak pada Januari lalu, Minggu (29/3/2026)
Dalam kesempatan tersebut ditemukan angka balita terindikasi stunting lebih rendah dibanding data Studi Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025 pemerintah pusat.
Dari 18.373 balita yang hadir di posyandu, hanya 1.157 atau sekira 6,54 persen yang terindikasi stunting.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang Hari, A Kurniadi, mengatakan pengukuran mandiri ini dilakukan sebagai respons atas data SSGI 2025 yang menunjukkan angka stunting di Batang Hari naik menjadi 18,4 persen dari tahun sebelumnya 10,01 persen.
"Data pusat memang menunjukkan angka 18,4 persen , tapi pengukuran mandiri melalui Gebyar Ibu dan Anak menunjukkan hanya 6,54 persen balita terindikasi stunting. Ini menjadi dasar kami untuk merumuskan langkah penanganan lebih tepat sasaran," katanya.
Program Gebyar Ibu dan Anak digelar pada bulan Januari 2026 di seluruh posyandu Kabupaten Batang Hari, dengan tujuan melakukan pengukuran dan intervensi gizi pada balita.
"Sebanyak 18.373 balita datang ke posyandu untuk pengukuran, dan dari jumlah tersebut 1.157 balita terindikasi stunting. Ini menjadi dasar untuk program lanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan, tindak lanjut akan dilakukan pada periodisasi posyandu kedua, yang mencakup pengukuran ulang dan evaluasi hasil intervensi.
Selain itu, Pemkab Batang Hari juga berencana meningkatkan keberadaan posyandu di seluruh kabupaten.
"Kami bekerja sama dengan OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas PMD untuk memastikan program ini berjalan maksimal," jelasnya.
Langkah ini diharapkan dapat menurunkan angka stunting secara nyata di Batang Hari dan memastikan balita mendapatkan layanan gizi yang optimal.
"Kita berharap dengan evaluasi dan program lanjutan ini, penanganan stunting di Batang Hari lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi balita," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Safari Ramadhan di Tanjab Timur, Wagub Sani Serahkan Bantuan Stunting, CSR dan Baznas