Jutaan Warga AS Unjuk Rasa Tuntut Pemakzulan Donald Trump
Desy Selviany March 29, 2026 11:50 AM

TRIBUNBEKASI-Presiden Amerika Serikat (AS) didemo jutaan masyarakatnya pada Sabtu (28/3/2026) waktu setempat. 

Unjuk rasa di AS yang menolak kepemimpinan Donald Trump itu berlangsung serempak di sejumlah negara bagian AS. 

Di Washington misalnya, terlihat puluhan ribu orang memenuhi Washington Park di pusat kota. 

Mereka menolak invasi AS ke Iran yang telah dilakukan Donald Trump. 

Pengunjuk rasa menyebut bahwa Tidak Ada Raja di Washington Park. 

Selain mengutuk serangan Donald Trump ke Iran, unjuk rasa juga menolak operasi imigran besar-besaran yang telah dilakukan pemerintahan Donald Trump. 

Senator Bernie Sanders pun mengaku bangga dengan unjuk rasa jutaan masyarakat AS di Washington Park tersebut. 

Baca juga: Trump Akrab dengan Presiden Suriah, Bikin Israel Ketar-Ketir Soal Gunung Hermon

Sebab menurutnya, AS tidak akan pernah dan mau terjebak dalam sistem otoritarianisme yang sedang diciptakan Donald Trump. 

"Saya bangga bergabung dengan warga Amerika di seluruh negeri hari ini untuk mengatakan dengan lantang dan jelas: Kami tidak akan menerima otoritarianisme," 

"Kami juga tidak akan menerima oligarki. Dan kami tidak akan menerima presiden yang merusak Konstitusi setiap hari," tulis senator dari jalur independen itu di X. 

Di jalanan seperti dimuat Al Jazeera, pengunjuk rasa juga mendesak agar Donald Trump segera dimakzulkan. 

Aksi demonstrasi bertema No Kings ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat selama menjadi salah satu negara demokrasi tertua di dunia. 

Diketahui Donald Trump belum genap satu tahun memimpin AS kembali sudah melakukan sejumlah invasi ke negara lain. 

Donald Trump tercatat menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang kemudian disusul dengan menyerang Iran sehingga membuat Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei meninggal dunia. 

Bahkan Donald Trump juga sempat mengancam akan merebut Pulau Greenland dari Denmark. 

Ancaman Donald Trump sempat membuat Uni Eropa berang lantaran melanggaran kesepakatan NATO. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.