Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR – Sejumlah warga di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengeluhkan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur yang dinilai tidak konsisten dalam beberapa pekan terakhir.
Jadwal pengaliran air yang tidak menentu membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, terlebih di tengah momentum hari besar saat ini.
Menurut pengakuan warga, air sering kali hanya mengalir pada jam-jam yang tidak terduga dengan durasi yang sangat singkat. Kondisi ini memicu kekecewaan warga terhadap manajemen PDAM yang dianggap tidak konsisten.
"Waktu pengaliran sekarang tidak menentu. Air sering mati atau alirannya kecil saat jadwal yang seharusnya milik kami. Padahal beberapa bulan lalu pengalirannya cukup tertib," ujar salah satu warga, Hariadi, dengan nada kecewa, Minggu (29/3/2026).
Ia juga menyampaikan bahwa debit air yang keluar sering kali sangat kecil. Akibatnya, proses pengisian bak penampungan atau tandon membutuhkan waktu lama, bahkan terkadang tidak terisi sama sekali.
"Hari ini kami hanya mendapatkan angin saja, airnya tidak keluar. Jadi kami merasa seperti membayar angin, bukan air," tuturnya.
Selain masalah teknis, warga juga menyayangkan minimnya sosialisasi dari pihak PDAM terkait gangguan teknis atau perbaikan jaringan.
Senada dengan Hariadi, warga lainnya bernama Sahip, meminta manajemen PDAM untuk segera turun ke lapangan guna melakukan evaluasi teknis. Warga berharap ada perbaikan sistem distribusi agar pembagian air dilakukan secara merata dan terjadwal dengan jelas.
"Jika kendala dipicu oleh faktor teknis seperti kerusakan pompa atau kebocoran pipa, tolong segera dibuktikan dan diperbaiki," harap Sahip.
Hingga saat ini, warga masih menunggu respons resmi dan langkah nyata dari pihak PDAM untuk menormalisasi pasokan air di wilayah Desa Ketangga.
"Kalau begini terus lebih baik kami rusak pipanya atau kembalikan uang kami," pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut Direktur PDAM Lombok Timur Sopyan Hakim berjanji akan menindak lanjuti keluhan warga Desa Ketangga tersebut.
"Kami tindak lanjuti ya," singkatnya.